Kecam Suu Kyi, Diplomat AS Mundur dari Panel Rohingya

Kamis, 25 Januari 2018 - 10:34 WIB
Kecam Suu Kyi, Diplomat...
Kecam Suu Kyi, Diplomat AS Mundur dari Panel Rohingya
A A A
YANGON - Diplomat veteran Amerika Serikat (AS), Bill Richardson, mengundurkan diri dari panel internasional yang dibentuk oleh pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Panel internasional itu dibentuk untuk memberikan saran tentang krisis Rohingya.

Kecam Suu Kyi, Diplomat AS Mundur dari Panel Rohingya


Richardson mengklaim bahwa panel tersebut dibentuk untuk menutup-nutupi kesalahan. Ia juga menuduh Suu Kyi seorang pemimpin yang tidak mempunyai moral mengenai masalah Rohingya.

"Alasan utama saya mengundurkan diri adalah dewan penasihat ini adalah menutup-nutupi kesalahan," ujar mantan penasihat pemerintahan Clinton ini seperti dikutip dari BBC, Kamis (25/1/2018).

Richardson mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi bagian dari regu pemandu sorak untuk pemerintah Myanmar.

Lebih jauh ia mengaku sempat terlibat pertengkaran dengan Suu Kyi dalam sebuah pertemuan. Itu terjadi saat Richardson menyinggung permasalah dua reporter Reuters yang diadili karena melanggar Undang-undang Rahasia Negara. Kedua wartawan Reuters itu tengah mengerjakan liputan krisis Rohingya pada saat itu.

Suu Kyi marah, katanya, bersikeras bahwa kasus tersebut bukan bagian dari pekerjaan dewan penasehat.

Richardson melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia terkejut dengan semangat dimana panel tersebut telah meremehkan media, PBB, kelompok hak asasi manusia dan masyarakat internasional selama tiga hari pertemuan.

Dan, pada Suu Kyi sendiri - seseorang yang ia katakan telah dikenalnya sejak tahun 1980-an - Richardson berkata: "Dia tidak mendapatkan nasihat yang baik dari timnya."

"Saya sangat menyukainya dan menghormatinya, tapi dia belum menunjukkan moral kepemimpinan pada isu Rakhine dan tuduhan yang diajukan, dan saya menyesalkannya," ujar Richardson.

Dewan Penasehat untuk Komite Pelaksanaan Rekomendasi di Negara Rakhine dibentuk oleh pemerintahan Suu Kyi tahun lalu. Sampai Richardson mengundurkan diri, dewan pengurus memiliki 10 anggota, lima di antaranya berasal dari luar negeri.

Salah satu dari mereka, mantan Menteri Pertahanan Afrika Selatan Roelof Meyer, bepergian dengan anggota dewan yang tersisa ke negara bagian Rakhine pada hari Rabu.

Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut sangat konstruktif, dan mengatakan bahwa ada yang menyatakan bahwa dewan tersebut adalah hanya stempel karet atau suara atas nama pemerintah

"(Itu) sama sekali tidak benar, tidak adil. Kami belum memberikan rekomendasi sejauh itu," tegasnya.

Terkait pengunduran diri Richardson dan pernyataannya, pemerintah Myanmar belum menanggapi. Namun begitu, anggota panel lainnya mengatakan bahwa komentar Richardson tidak adil.

Lebih dari 650 ribu Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh, tahun lalu dalam menghadapi tindakan keras militer.

Serangan militer yang menyebabkan eksodus massal dari negara bagian Rakhine di Myanmar utara telah digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai "contoh teksbook tentang pembersihan etnis" - sesuatu yang disangkal Myanmar.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
41 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved