Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:20 WIB
loading...
Agama Warga Negara Bagian...
Rakhine merupakan negara bagian di Myanmar yang dihuni warga Muslim Rohingya. Foto/AP
A A A
YANGON - Sejarah migrasi dan perkembangan agama di negara bagian Rakhine di Myanmar hingga akhir dekade kedua abad ke-21 sangatlah rumit. Wilayah ini merupakan persimpangan peradaban Asia Selatan dan Tenggara dan berada di perbatasan Islam dan Buddha Theravada.

Menurut Michael W. Charney, pakar Myanmar, mengungkapkan berada di ceruk ekologis dengan topografi dan iklim yang sulit serta basis populasi yang rendah, pembentukan sosial dan negara Rakhine dibangun berdasarkan inklusivitas dan toleransi. Meskipun dalam sebagian besar sejarahnya, agama dominan penduduk wilayah tersebut adalah animisme dan kemudian Brahmanisme, gelombang imigran dari Benggala dan Myanmar secara berturut-turut menunjukkan bahwa pengaruh Islam dan Buddha Theravada sangat kuat.

"Kerajaan modern awal yang muncul di Mrauk-U, pusat politik utamanya, dibangun berdasarkan konektivitas maritim dengan dunia Samudera Hindia dan mengembangkan budaya istana yang beragama Islam dan Budha serta memerintah atas populasi yang beragam agama," ungkap Charney.

Namun toleransi ditantang dengan penaklukan Rakhine oleh Myanmar pada tahun 1785 dan upaya untuk menghapus otonomi agama setempat. Keadaan tidak membaik di bawah pemerintahan Inggris setelah aneksasi Inggris pada tahun 1826.

Penguasa Myanmar dan Inggris di Rakhine mempolitisasi sejarah wilayah tersebut dan mencoba menceritakan kembali sejarah wilayah tersebut dengan cara yang mengecualikan sebagian populasi dan memasukkan populasi lainnya, sehingga mengarah pada upaya untuk memaksa negara tersebut. "Rohingya keluar dari Rakhine mulai Agustus 2017," tutur Charney.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved