Bom Kembar Guncang Perumahan di Libya, 27 Tewas
Rabu, 24 Januari 2018 - 08:39 WIB
Bom Kembar Guncang Perumahan di Libya, 27 Tewas
A
A
A
BENGHAZI - Dua bom mobil meledak saat orang-orang meninggalkan sebuah masjid di daerah perumahan Benghazi pada Selasa malam. Setidaknya 27 orang tewas dan 30 orang lebih mengalami luka-luka dalam serangan yang menargetkan pekerja darurat, kata beberapa pejabat.
Juru bicara pasukan militer dan polisi di Benghazi, Kapten Tarek Alkharraz mengatakan, ledakan pertama terjadi di lingkungan Salmani sekitar pukul 08.20. Setengah jam kemudian bom kedua meledak saat warga dan petugas medis berkumpul untuk mengevakuasi orang-orang yang terluka seperti dikutip dari New York Times, Rabu (24/1/2018).
Seorang pejabat kesehatan setempat mengatakan setidaknya 27 orang tewas dan 32 lainnya cedera.
Perserikatan Bangsa Bangsa mengutuk serangan tersebut, dimana tidak ada kelompok yang segera mengklaim bertanggung jawab.
Libya jatuh ke dalam kekacauan setelah jatuh dan tewasnya Muammar el-Qaddafi pada tahun 2011. Sejak tahun 2014, Libya memiliki dua pemerintahan dan parlemen saling bersaing yang berbasis di wilayah barat dan timur, masing-masing didukung oleh milisi dan suku yang berbeda.
ISIS mengambil keuntungan dengan situasi itu dengan menetapkan pijakan di tengah kekacauan, namun sebagian besar telah berhasil diusir dari kota-kota utama.
Benghazi tetap menjadi masalah, dimana pemboman dan serangan masih terjadi. Kota ini dilanda pertempuran antara pasukan yang setia kepada pemimpin lokal Khalifa Hifter, yang memimpin sisa-sisa tentara Libya, dan milisi Islamis.
Juru bicara pasukan militer dan polisi di Benghazi, Kapten Tarek Alkharraz mengatakan, ledakan pertama terjadi di lingkungan Salmani sekitar pukul 08.20. Setengah jam kemudian bom kedua meledak saat warga dan petugas medis berkumpul untuk mengevakuasi orang-orang yang terluka seperti dikutip dari New York Times, Rabu (24/1/2018).
Seorang pejabat kesehatan setempat mengatakan setidaknya 27 orang tewas dan 32 lainnya cedera.
Perserikatan Bangsa Bangsa mengutuk serangan tersebut, dimana tidak ada kelompok yang segera mengklaim bertanggung jawab.
Libya jatuh ke dalam kekacauan setelah jatuh dan tewasnya Muammar el-Qaddafi pada tahun 2011. Sejak tahun 2014, Libya memiliki dua pemerintahan dan parlemen saling bersaing yang berbasis di wilayah barat dan timur, masing-masing didukung oleh milisi dan suku yang berbeda.
ISIS mengambil keuntungan dengan situasi itu dengan menetapkan pijakan di tengah kekacauan, namun sebagian besar telah berhasil diusir dari kota-kota utama.
Benghazi tetap menjadi masalah, dimana pemboman dan serangan masih terjadi. Kota ini dilanda pertempuran antara pasukan yang setia kepada pemimpin lokal Khalifa Hifter, yang memimpin sisa-sisa tentara Libya, dan milisi Islamis.
(ian)