Bayar Suap, Algojo ISIS untuk Homoseks Bebas dari Penjara Irak

Rabu, 10 Januari 2018 - 06:09 WIB
Bayar Suap, Algojo ISIS...
Bayar Suap, Algojo ISIS untuk Homoseks Bebas dari Penjara Irak
A A A
BAGHDAD - Abu Omer, algojo kelompok Islamic State atau ISIS yang terkenal sebagai eksekutor untuk para kaum homoseks telah bebas dari penjara Irak. Dia dilaporkan bebas setelah membayar uang suap.

Algojo berjuluk “Janggut Putih” itu bebas beberapa menit setelah dimasukkan ke dalam tahanan polisi.

Abu Omer ditangkap di Mosul pada awal tahun 2018. Dia pada tahun 2015 kerap muncul dalam video propaganda ISIS, di mana dia melemparkan para pria yang dituduh gay atau pelaku homoseks dari gedung tinggi. Dia juga kerap terlihat membacakan “fatwa” untuk eksekusi rajam.

Baca: Algojo ISIS untuk Pelaku Homoseks Ditangkap di Irak

Kelompok pembela hak asasi manusia, Clarion Projct, mengkritik keras otoritas terkait Irak atas bebasnya Abu Omer.

”Itu sebagai kegagalan yang luar biasa dari sistem peradilan Irak. Seorang pemimpin ISIS ditangkap dan bebas beberapa menit kemudian setelah membayar suap USD7.500,” kata kelompok HAM tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip IB Times, Rabu (10/1/2018).

Pejabat setempat, Zuheir Hazzen el-Jaburi, kepada Ayn Al Iraq, menyebut praktik suap itu sebagai bencana.

”Saya berada di Mosul ketika sekelompok pasukan dari intelijen polisi menangkap seorang pria. Setelah diinterogasi, mereka memberitahu bahwa dia adalah mufti, anggota ISIS,” katanya.

”Kami bertanya kepada orang-orang siapa dirinya, dan mereka membuktikan bahwa dia benar-benar seorang mufti ISIS. Setelah dia ditangkap, dia meninggalkan sebuah sepeda motor di belakang. Satu jam kemudian kami melihat sepeda motor sudah tidak ada lagi,” lanjut el-Jaburi.

”Kami bertanya tentang hal itu, mereka mengatakan bahwa dia dibebaskan 10 menit lebih awal setelah dia membayar 75 tagihan (USD7.500),” imbuh pejabat tersebut.

Laporan tersebut juga dikonfirmasi secara online oleh Duta PBB untuk Korban Genosida Yazidi Nadia Murad. “Kami mendengar dari media bahwa tahanan teroris ISIS yang biasa membantai orang-orang di Mosul sekarang dibebaskan oleh beberapa petugas korup,” tulis Nadia Murad di Twitter.

”Kami meminta keadilan, kami menuntut agar resolusi DK PBB segera dilaksanakan,” lanjut Nadia Murad yang pernah ditahan dan dijadikan budak seks oleh para militan ISIS.
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
9 menit yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
23 menit yang lalu
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
42 menit yang lalu
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
1 jam yang lalu
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
2 jam yang lalu
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved