AS-Prancis Sepakat Demonstrasi Bukti Kegagalan Rezim Iran
Senin, 08 Januari 2018 - 19:41 WIB
AS-Prancis Sepakat Demonstrasi Bukti Kegagalan Rezim Iran
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Emanuel Macron dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sepakat bahwa demonstrasi yang terjadi di Iran disebabkan oleh kegagalan rezim Teheran untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.
Menurut keterangan Gedung Putih, keduanya berbicara melalui sambungnya telepon pada akhir pekan tersebut. Dalam pembicaraan itu keduanya sependapat, rezim Teheran tidak pernah memperhatikan rakyatnya dan justru lebih memilih untuk mengalirkan semua uang yang mereka miliki kepada kelompok teroris.
"Keduanya sepakat bahwa demonstrasi yang meluas di Iran merupakan pertanda kegagalan rezim Iran untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya, dengan hanya mengalihkan kekayaan negara tersebut untuk mendanai terorisme dan militansi di luar negeri," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (8/1).
Gedung Putih kemudian mengatakan, selain membahas mengenai situasi dalam negeri Iran, keduanya juga membahas mengenai situasi di Semenanjung Korea. Trump, dalam pembicaraan itu memberikan pembaruan informasi kepada Macron mengenai situasi di semenanjung itu.
"Percakapan tersebut dimaksudkan untuk "menggarisbawahi" tekad AS, Korea Selatan (Korsel), dan dunia internasional untuk mencapai denuklirisasi lengkap Korea Utara," tukas pernyataan Gedung Putih.
Menurut keterangan Gedung Putih, keduanya berbicara melalui sambungnya telepon pada akhir pekan tersebut. Dalam pembicaraan itu keduanya sependapat, rezim Teheran tidak pernah memperhatikan rakyatnya dan justru lebih memilih untuk mengalirkan semua uang yang mereka miliki kepada kelompok teroris.
"Keduanya sepakat bahwa demonstrasi yang meluas di Iran merupakan pertanda kegagalan rezim Iran untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya, dengan hanya mengalihkan kekayaan negara tersebut untuk mendanai terorisme dan militansi di luar negeri," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (8/1).
Gedung Putih kemudian mengatakan, selain membahas mengenai situasi dalam negeri Iran, keduanya juga membahas mengenai situasi di Semenanjung Korea. Trump, dalam pembicaraan itu memberikan pembaruan informasi kepada Macron mengenai situasi di semenanjung itu.
"Percakapan tersebut dimaksudkan untuk "menggarisbawahi" tekad AS, Korea Selatan (Korsel), dan dunia internasional untuk mencapai denuklirisasi lengkap Korea Utara," tukas pernyataan Gedung Putih.
(esn)