Fotografer Buat Papan Iklan Tunjukkan Natal Brutal di Yaman

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:07 WIB
Fotografer Buat Papan...
Fotografer Buat Papan Iklan Tunjukkan Natal Brutal di Yaman
A A A
BERLIN - Natal seharusnya menjadi saat yang menyenangkan. Tapi, di sela-sela kesibukan membungkus hadiah dan minum semua anggur, kita bisa dengan mudahnya melupakan perjuangan orang lain.

Seorang fotografer jalanan bertujuan untuk menunjukkan realitas brutal perayaan hari Natal di zona perang. Igor Dobrowski memperlihatkan kehidupan pra dan pasca perang di Yaman. Foto-foto yang ditunjukkan dalam sebuah papan iklan sangat kontras dengan pemandangan Natal yang akrab dengan kehidupan normal. Apa yang ditampilkan oleh Dubrowski adalah kelaparan, anak-anak kurang gizi, dan kehancuran.

Dalam satu foto terlihat seorang ibu lemah tengah mencengkeram anaknya yang mengalami malnutrisi dengan foto kontras tengah mendapatkan hadiah. Foto lain menunjukkan seorang pria memegang kepalanya tak percaya saat ia terbaringduduk di depan reruntuhan sementara gambar lain menampakkan sebuah pohon.

Dubrowski mengatakan penderitaan orang-orang yang tidak bersalah menjadi motivasinya melakukan hal tersebut. Motivasi lain adalah keinginan untuk menunjukkan kengerian yang terlupakan yang sebagian besar menguntungkan pemerintah barat yang menjual peralatan militer untuk menargetkan warga sipil seperti dikutip dari Metro, Rabu (20/12/2017).

Menurut badan amal UNICEF, satu anak meninggal setiap sepuluh menit di Yaman dan setidaknya 4.600 warga sipil terbunuh dalam konflik tersebut. Amnesty International menemukan bahwa sejak Maret 2015, AS dan Inggris telah mentransfer lebih dari USD 5 juta ke Arab Saudi. Dan seperti foto-foto ini, orang-orang Yaman yang menanggung beban pasokan senjata. Dubrowski mengatakan bahwa dia berharap gambar-gambar itu akan 'menimbulkan empati pada orang biasa'.

Fotografer ini pun sengaja membuat papan reklame untuk menyoroti krisis Yaman. Ia mengatakan bahwa Yaman banyak dilupakan di media, dia ingin menarik perhatian pada kenyataan bahwa bahwa di Yaman, orang biasa seperti kita dan anak-anak biasa seperti kita mati di sana dalam jumlah banyak setiap hari.

Yaman adalah salah satu tragedi terbesar abad kedua puluh satu. Inilah kenyataan Natal di zona perang.
(ian)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
19 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
1 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved