Bela Palestina di KTT OKI, Jokowi Sodorkan 6 Usulan

Rabu, 13 Desember 2017 - 22:56 WIB
Bela Palestina di KTT...
Bela Palestina di KTT OKI, Jokowi Sodorkan 6 Usulan
A A A
ISTANBUL - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyodorkan enam usulan dalam membela Palestina di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017). Usulan itu dia sampaikan saat berpidato di depan para pemimpin Muslim dunia.

Presiden Jokowi secara tegas menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

”Pengakuan ini tidak dapat diterima. Sekali lagi, pengakuan Presiden Trump tidak dapat diterima dan harus dikecam secara keras,” katanya.

Dia mengajak seluruh negara OKI bersatu dan mengesampingkan segala perbedaan untuk membela Palestina.

”Isu Palestina harus merekatkan kita kembali. Kita bulatkan suara dan persatuan untuk membela Palestina,” ucap pemimpin Indonesia ini.

Menurutnya, keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tidak saja melukai hati umat Islam, namun juga melukai rasa keadilan umat manusia.

”Harapan akan kemerdekaan dijauhkan oleh keputusan yang sangat tidak berkeadilan ini. Keputusan tersebut memupuskan harapan terwujudnya perdamaian abadi. Oleh karena itu, keputusan tersebut harus ditolak,” tegas Jokowi.

Selain itu, menurut Presiden, keputusan sepihak AS juga melanggar berbagai Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Palestina. Oleh karena itu, Jokowi kembali menegaskan penolakannya.

”Masyarakat Indonesia, dan saya yakin masyarakat negara OKI mengharapkan banyak dari KTT ini. Mereka mengharapkan agar KTT ini dapat mengeluarkan hasil yang optimal, hasil yang dapat ditindaklanjuti, hasil yang dapat dirasakan dampaknya bagi masa depan Palestina,” ujar dia.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan enam poin penting usulan sikap sebagai negara anggota OKI.

”Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut. Two-state solution adalah satu-satunya solusi dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina,” ucap Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

”Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina, untuk segera melakukannya,” katanya.

Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik. “Termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI,” tutur Presiden.

“Kelima, anggota OKI harus ambil langkah bersama tingkatkan bantuan kemanusiaan, tingkatkan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina,” imbuh Jokowi.

Keenam, Presiden berharap OKI harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.
(mas)
Berita Terkait
DPR Minta Indonesia...
DPR Minta Indonesia Inisiasi KTT Luar Biasa OKI Sikapi Serangan Israel ke Palestina
Palestina: Liga Arab...
Palestina: Liga Arab dan OKI Dibubarkan, Tak Akan Pernah Bertemu
Israel Serang Palestina,...
Israel Serang Palestina, DPP GMNI Minta Indonesia Maksimalkan Peran OKI
Ingin Ringankan Beban,...
Ingin Ringankan Beban, Oki Setiana Dewi Datangi Kedubes Palestina
Negara-negara Arab dan...
Negara-negara Arab dan OKI Kutuk Serangan Israel di Tepi Barat
OKI Kecam Rencana Yudaisasi...
OKI Kecam Rencana Yudaisasi di Kota Al-Quds oleh Israel
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
45 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved