PM Abadi: ISIS Telah Diusir dari Irak

Sabtu, 09 Desember 2017 - 23:42 WIB
PM Abadi: ISIS Telah...
PM Abadi: ISIS Telah Diusir dari Irak
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan pasukan Irak telah mengusir sisa-sisa kelompok negara Islam (ISIS) dari negara tersebut. Irak membutuhkan waktu tiga tahun untuk melakukanya setelah kelompok militan tersebut menguasai sekitar sepertiga wilayah negara itu.

Pengumuman tersebut diumumkan dua hari setelah militer Rusia mengumumkan kekalahan militan di negara tetangga Suriah, tempat Moskow mendukung pasukan pemerintah Suriah.

Pasukan Irak merebut kembali daerah-daerah terakhir yang masih berada di bawah kendali ISIS di sepanjang perbatasan dengan Suriah, televisi pemerintah mengutip Abadi mengatakan kepada sebuah konferensi media di Baghdad.

Beberapa skuadron helikopter Irak terbang di atas Baghdad membawa bendera Irak pada siang hari, dalam sebuah latihan yang jelas untuk sebuah parade kemenangan yang akan direncanakan Irak dalam beberapa hari mendatang.

"Panglima Tertinggi @Haider AlAbadi mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Irak telah mengamankan gurun barat dan seluruh perbatasan Suriah, mengatakan ini menandai berakhirnya perang melawan teroris Daesh yang telah benar-benar dikalahkan dan diusir dari Irak," bunyi pengumuman pemerintah federal Irak lewat Twitter seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/12/2017).

Dalam tweet terpisah, Abadi berkata: "Pasukan heroik kita kini telah mengamankan seluruh wilayah perbatasan Irak-Suriah. Kami mengalahkan Daesh melalui persatuan dan pengorbanan kami untuk bangsa ini. Jayalah Irak dan rakyatnya."

Sedangkan dalam pidatonya pada konferensi media, Abadi mengatakan kemenangan diraih berkat persatuan, sebuah referensi untuk kontribusi berbagai komunitas, termasuk pejuang suku Sunni.

Daesh adalah akronim bahasa Arab untuk ISIS.

Koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang telah mendukung pasukan Irak melawan ISIS menyambut baik berita tersebut dalam sebuah tweet.

"Koalisi mengucapkan selamat kepada rakyat Irak atas kemenangan signifikan mereka melawan #Daesh. Kami berdiri di samping mereka saat mereka menetapkan syarat untuk mendapatkan jati diri yang aman dan sejahtera," bunyi tweet tersebut.

Mosul, Ibu Kota de facto ISIS di Irak, jatuh pada bulan Juli lalu setelah kampanye sembilan bulan yang melelahkan dengan didukung oleh koalisi pimpinan AS di mana sebagian besar kota Irak utara itu hancur.

Sementara Ibu Kota ISIS di Suriah, Raqqa, juga jatuh ke tangan koalisi pimpinan Kurdi yang didukung AS pada bulan September.
(ian)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
12 menit yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
2 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
3 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved