AS Bersikukuh Jadi Mediator Perdamaian Israel-Palestina

Sabtu, 09 Desember 2017 - 01:42 WIB
AS Bersikukuh Jadi Mediator...
AS Bersikukuh Jadi Mediator Perdamaian Israel-Palestina
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Meski begitu Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan AS masih memiliki kredibilitas sebagai mediator perdamaian untuk Israel dan Palestina.

"Amerika Serikat memiliki kredibilitas dengan kedua belah pihak. Israel tidak akan pernah, dan tidak boleh, diintimidasi oleh sebuah kesepakatan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau oleh kumpulan negara-negara yang telah membuktikan bahwa mereka mengabaikan keamanan Israel," kata Haley kepada Dewan Keamanan PBB seperti dikutip dari CBS News, Sabtu (9/12/2017).

Haley mengatakan bahwa PBB telah melakukan lebih banyak merusak prospek perdamaian Timur Tengah daripada memajukannya.

"Kami tidak akan menjadi pihak untuk itu, Amerika Serikat tidak lagi berdiri saat Israel diserang secara tidak adil di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Amerika Serikat tidak akan diajar oleh negara-negara yang tidak memiliki kredibilitas dalam hal perlakuan baik Israel maupun Palestina secara adil," imbuhnya.

Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan membahas Yerusalem setelah Presiden AS Donald Trump mengakuinya sebagai Ibu Kota Israel. Keputusan sepihak Trump menuai kecaman dunia internasional dan dianggap melanggar resolusi PBB.

Israel merebut Yerusalem Timur dari Arab dalam perang Timur Tengah 1967. Negara Zionis ini kemudian mencaploknya, dan menyatakan seluruh kota sebagai Ibukotanya - sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka yang ingin mereka bangun di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza.

Perundingan damai Israel-Palestina telah dibekukan sejak tahun 2014, meskipun penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner memimpin upaya Trump untuk memulai kembali usaha mereka namun sejauh ini upaya tersebut menunjukkan sedikit kemajuan.

Pembangunan permukiman di Tepi Barat Israel telah menjadi salah satu hambatan utama dalam pembicaraan.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
6 menit yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
1 jam yang lalu
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
2 jam yang lalu
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
2 jam yang lalu
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
3 jam yang lalu
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved