Korsel Mulai Danai 'Unit Pemenggal' Kim Jong-un

Jum'at, 08 Desember 2017 - 11:41 WIB
Korsel Mulai Danai Unit...
Korsel Mulai Danai 'Unit Pemenggal' Kim Jong-un
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya mengalokasikan anggaran 340 juta won (Rp4,2 miliar) untuk “decapitation unit” (unit pemenggal) yang baru dibentuk militer dengan target pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Unit berisi pasukan elite ini akan bekerja jika terjadi perang dengan Pyongyang.

Selain menargetkan para pimpinan Korut, unit khusus militer Seoul ini bertugas menyabotase fasilitas militer penting musuh, termasuk senjata nuklir.

Kementerian Pertahanan Korsel mengumumkan tahap pertama alokasi anggaran tersebut pada pada hari Rabu lalu, namun baru diungkap media setempat. Jumlah alokasi anggaran ini hanyalah sebagian kecil dari total hampir 43,7 trilun won yang diberikan kepada kementerian tersebut untuk tahun 2018.

”Uang itu akan digunakan untuk membeli peralatan bagi pasukan khusus. Peralatan tersebut mencakup pesawat tak berawak, pesawat pengintai, dan senapan mesin granat,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan kepada Korea Herald tanpa menyebutkan nama.

Baca: Militer Korsel Luncurkan Unit Khusus Pemenggal Kim Jong-un

Pejabat lain yang dikutip oleh Yonhap mengatakan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk membeli senjata.”Senapan guna operasi khusus dan pesawat tak berawak,” ujar pejabat yang juga berbicara dengan syarat anonim, yang dilansir Jumat (8/12/2017).

“Unit pemenggal” militer Korsel dibentuk atas rekemondasai Komando Khusus Perang pada tanggal 1 Desember. Tim tersebut terdiri dari sekitar 1.000 tenaga profesional terlatih dan dimodelkan mirip berbagai pasukan khusus dunia seperti Rangers, Delta Force, SEAL Team Six dan Green Barets.

Meskipun julukannya agak menyesatkan, unit pemenggal kepala musuh ini tidak mesti ditugaskan untuk membunuh Kim Jong-un seorang. Menurut sumber yang dikutip Korea Times yang berbicara setelah peluncurannya, misi pasukan elite tersebut adalah untuk menetralisir tokoh-tokoh penting pemerintah atau pun melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir dan rudal yang sangat dipertahankan rezim Pyongyang.

Peluncuran unit khusus militer Korsel ini terjadi beberapa hari setelah rezim Kim Jong-un menguji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-15 pada 29 November.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved