Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Bahas Peluncuran ICBM Korut

Rabu, 29 November 2017 - 14:33 WIB
Dewan Keamanan PBB Gelar...
Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Bahas Peluncuran ICBM Korut
A A A
NEW YORK - Dewan Keamanan PBB (DK PBB) akan mengadakan pertemuan mendesak pada Rabu (29/11/2017) guna membahas peluncuran rudal balistik Korea Utara (Korut). Demikian pernyataan misi diplomatik Amerika Serikat (AS) untuk PBB.

AS, Jepang dan Korea Selatan (Korsel) segera meminta dilakukannya pertemuan tersebut guna menanggapi peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) Pyongyang. Menurut kementerian pertahanan Jepang, rudal tersebut kemungkinan jatuh di zona ekonomi eksklusif negara itu.

Dilansir dari Channel News Asia, anggota DK PBB akan bertemu dalam sesi terbuka dari pukul 16.30 waktu setempat.

Sebelumnya, DK PBB sudah dijadwalkan untuk membahas kemajuan dalam menerapkan tiga sanksi yang baru-baru ini diadopsi guna menghentikan pendapatan untuk program militer Pyongyang.

Sejak November tahun lalu, dewan tersebut telah memberlakukan larangan ekspor batubara, besi, timbal, tekstil dan makanan laut, serta usaha patungan yang terbatas. DK PBB juga memasukkan ke dalam daftar hitam sejumlah entitas Korut sebagai tanggapan atas uji coba rudal dan nuklir negara tersebut.

Resolusi ini juga melarang mempekerjakan pekerja migran asal Korut dan ekspor minyak, khususnya dari China, mitra dagang utama Pyongyang.

Di bawah resolusi PBB, Korut dilarang mengembangkan rudal dan kemampuan senjata nuklir. Namun Pyongyang berpendapat bahwa persenjataan tersebut dibutuhkan untuk membela diri terhadap AS yang "bermusuhan".

Peluncuran pada hari ini adalah uji coba rudal balistik pertama yang mengakhiri jeda lebih dari dua bulan. Beberapa diplomat mengatakan uji coba ini telah membuka jendela kesempatan untuk melakukan perundingan diplomatik.

Uji coba ini juga merupakan ujian sukses ketiga ICBM Korut yang memiliki jangkauan untuk mencapai daratan AS, meskipun para ahli memperingatkan bahwa Pyongyang mungkin belum menguasai kemampuan teknologi sepenuhnya.

Pentagon mengatakan bahwa penilaian awalnya menunjukkan bahwa ICBM telah terbang sejauh 1.000 kilometer.

Berbicara di Washington, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyerukan "tindakan tambahan" untuk menguatkan sanksi, termasuk mengizinkan negara-negara mencegat kapal yang membawa barang ke dan dari Korut.
(ian)
Berita Terkait
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Lebih dari 40 Negara...
Lebih dari 40 Negara Tuding Korut Langgar Sanksi PBB
PBB: Korut-Korsel Bersalah...
PBB: Korut-Korsel Bersalah Terkait Baku Tembak di Perbatasan
Program Luar Angkasa...
Program Luar Angkasa Dipermasalahkan DK PBB, Korut Kesal
Korea Utara Tuding Pakar...
Korea Utara Tuding Pakar HAM PBB Boneka AS
Korea Utara Kecam Seruan...
Korea Utara Kecam Seruan Denuklirisasi Sekjen PBB
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
32 menit yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
2 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
3 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
4 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
5 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved