Serangan Seks pada Wanita Rohingya Kemungkinan Kejahatan Perang

Kamis, 23 November 2017 - 18:06 WIB
Serangan Seks pada Wanita...
Serangan Seks pada Wanita Rohingya Kemungkinan Kejahatan Perang
A A A
COXS BAZAR - Utusan PBB untuk Penanganan Kekerasan Seksual dalam Konflik, Pramila Patten, menyoroti kasus serangan seksual secara masif terhadap wanita dan gadis Muslim Rohingya di Myanmar.

Menurutnya, serangan oleh tentara di negara bagian Rakhine tersebut mungkin merupakan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.

Pramila Patten telah bertemu dengan banyak warga Rohingya korban kekerasan seksual yang bertahan hidup di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh selama kunjungan bulan ini.
Dia mendukung penilaian pejabat HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein bahwa minoritas Rohingya telah menjadi korban ”pembersihan etnis”.

Patten mengatakan kepada wartawan bahwa meluasnya penggunaan kekerasan seksual merupakan dorongan bagi lebih dari 620.000 orang Rohingya untuk meninggalkan Myanmar. “Ini juga alat teror yang ditujukan untuk pemusnahan dan pemindahan Rohingya sebagai sebuah kelompok,” ujarnya, seperti dikutip dari AP, Kamis (23/11/2017).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson sebelumnya juga mengatakan bahwa tindakan militer Myanmar terhadap populasi minoritas Muslim Rohingya merupakan pembersihan etnis. Menurutnya, warga Rohingya telah mengalami kekejaman yang mengerikan.

Sebagai akibatnya, AS mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan terhadap mereka yang bertanggung jawab.

”Setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap fakta-fakta yang ada, jelas bahwa situasi di negara bagian Rakhine utara merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya,” kata Tillerson dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

”Pelanggaran ini oleh beberapa orang di antaranya militer Myanmar, pasukan keamanan, dan warga setempat telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan memaksa ratusan ribu pria, wanita, dan anak-anak untuk meninggalkan rumah mereka di Myanmar untuk mencari perlindungan di Bangladesh,” lanjut Tillerson.
(mas)
Berita Terkait
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Junta Myanmar Tolak...
Junta Myanmar Tolak Tuduhan AS Soal Genosida Muslim Rohingya
Pengadilan AS Diminta...
Pengadilan AS Diminta Paksa Facebook Rilis Data Pejabat Myanmar
Rohingya Tuntut Facebook...
Rohingya Tuntut Facebook Rp2,8 Kuadriliun karena Memicu Genosida di Myanmar
Berencana Bunuh Utusan...
Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
1 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
5 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
6 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
7 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
8 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved