Rouhani: Campur Tangan Asing di Suriah Harus Diakhiri

Rabu, 22 November 2017 - 23:17 WIB
Rouhani: Campur Tangan...
Rouhani: Campur Tangan Asing di Suriah Harus Diakhiri
A A A
SOCHI - Presien Iran Hassan Rouhani mengatakan campur tangan asing dalam konflik di Suriah harus diakhiri. Ia pun menyatakan kehadiran militer asing di negara tersebut hanya dapat diterima jika dilakukan dengan permintaan pemerintah Suriah.

Rouhani, yang tidak menyebut nama negara-negara tertentu, juga mengatakan kepada rekan-rekannya dari Rusia Vladimir Putin dan Tayyip Erdogan dari Turki bahwa sekarang ada kebutuhan untuk mencabut sel-sel teroris terakhir di Suriah dan daerah disiapkan untuk penyelesaian politik.

Rouhani berbicara dalam pertemuan tiga pemimpin di kota Sochi, Rusia selatan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/11/2017).

Sementara itu, Presiden Turki Recelp Tayyep Erdogan dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa keputusan kritis akan diambil untuk sebuah solusi bagi krisis Suriah dalam sebuah pertemuan puncak antara Turki, Rusia dan Iran.

Erdogan mengatakan bahwa sangat penting bagi semua pihak untuk berkontribusi pada solusi politik dalam krisis yang dapat diterima masyarakat Suriah.

Perang saudara di Suriah telah berlangsung selama enam tahun dengan jumlah korban jiwa mencapai jutaan orang. Konflik ini adalah konflik terlama yang muncul akibat dari fenomena Arab Spring yang terjadi di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika.

Awalnya perang hanya melibatkan pemerintah Suriah dengan kelompok pejuang. Namun belakangan muncul sejumlah kelompok militan ekstrimis macam ISIS dan Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda. Sejumlah negara itu ikut terjun dalam konflik tersebut untuk dua kubu pemerintah Suriah dan pejuang. Rusia dan Iran berada di kubu pemerintah Suriah serta koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang berada di sisi pejuang.

Sejumlah upaya perjanjian damai telah ditempuh. Meski sempat menemui jalan buntu, namun kedua kubu telah bersedia kembali untuk duduk satu meja. Kendati begitu, kedua kubu masih berbeda pandangan mengenai nasib Presiden Bashar al-Assad. Kelompok oposisi menolak keterlibatan Assad dalam proses transisis, sebuah keinginan yang ditolak oleh kubu pemerintah Suriah.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Turki kepada Rusia dan...
Turki kepada Rusia dan Iran: Jangan Ikut Campur soal Suriah!
Rusia, Iran, Suriah,...
Rusia, Iran, Suriah, dan Turki Bertemu di Moskow, Pukulan Baru bagi AS?
Putin Desak Turki dan...
Putin Desak Turki dan Iran Bantu Dorong Dialog di Suriah
Iran Bantah Sepakat...
Iran Bantah Sepakat dengan Rusia untuk Gulingkan Assad
Berita Terkini
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
36 menit yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
2 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
2 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
3 jam yang lalu
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved