Putin Desak Turki dan Iran Bantu Dorong Dialog di Suriah
Kamis, 02 Juli 2020 - 01:01 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar video konferensi dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS/Sputnik
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pada Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani tentang perlunya dialog damai antara sejumlah pasukan dalam perang sipil Suriah.
Putin menjelaskan dalam video konferensi bahwa sejumlah hot spot terorisme masih ada di Idlib Suriah dan kawasan lain. “Dialog inklusif antar-Suriah harus secara aktif didorong dalam kerangka kerja komite konstitusi di Jenewa. Saya mengusulkan mendukung proses ini, untuk membantu para peserta untuk bertemu dan mulai dialog langsung,” ujar Putin.
Dalam perang sembilan tahun di Suriah, Rusia dan Iran menjadi pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. Adapun Turki mendukung pejuang oposisi dalam perang itu.
Sesuai proses diplomatik pada 2017, mereka sepakat bekerja untuk mengurangi pertikaian. Dalam pernyataan bersama, Rusia, Turki dan Iran yakin perang Suriah tak memiliki solusi militer dan harus dilakukan melalui proses politik.
Mereka menyambut pertemuan komite konstitusi Suriah pada Agustus, pertemuan yang akan menjadi langkah maju menuju pendekatan politik, setelah pemilu.
Putin menjelaskan dalam video konferensi bahwa sejumlah hot spot terorisme masih ada di Idlib Suriah dan kawasan lain. “Dialog inklusif antar-Suriah harus secara aktif didorong dalam kerangka kerja komite konstitusi di Jenewa. Saya mengusulkan mendukung proses ini, untuk membantu para peserta untuk bertemu dan mulai dialog langsung,” ujar Putin.
Dalam perang sembilan tahun di Suriah, Rusia dan Iran menjadi pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. Adapun Turki mendukung pejuang oposisi dalam perang itu.
Sesuai proses diplomatik pada 2017, mereka sepakat bekerja untuk mengurangi pertikaian. Dalam pernyataan bersama, Rusia, Turki dan Iran yakin perang Suriah tak memiliki solusi militer dan harus dilakukan melalui proses politik.
Mereka menyambut pertemuan komite konstitusi Suriah pada Agustus, pertemuan yang akan menjadi langkah maju menuju pendekatan politik, setelah pemilu.
Lihat Juga :