Diduga Korupsi, Mantan Menteri Keuangan Arab Saudi Ditahan

Minggu, 05 November 2017 - 14:31 WIB
Diduga Korupsi, Mantan...
Diduga Korupsi, Mantan Menteri Keuangan Arab Saudi Ditahan
A A A
RIYADH - Salah satu pengusaha Arab Saudi yang paling menonjol dan mantan menteri keuangan termasuk di antara puluhan orang yang ditahan dalam sebuah penyelidikan oleh sebuah badan anti-korupsi baru. Demikian pernyataan seorang pejabat senior Arab Saudi.

Pejabat tersebut, yang menolak untuk diidentifikasi berdasarkan peraturan pengarahan, mengatakan miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal, yang memiliki firma investasi Kingdom Holding 4280.SE, dan mantan menteri keuangan Ibrahim al-Assaf telah ditahan seperti dilansir dari Reuters, Minggu (5/11/2017).

Tidak ada pria atau pejabat Kingdom Holding yang bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar. Selain menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Citigroup C.N, Kingdom memiliki saham di Rupert Murdoch's News Corp (NWSA.O) dan situs microblogging Twitter.

Raja Saudi Salman pada Sabtu malam mengumumkan pembentukan komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh putranya Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Televisi Al Arabiya milik Saudi mengatakan bahwa badan tersebut telah menahan 11 pangeran, empat menteri saat ini dan puluhan mantan menteri.

Baca juga:
Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior dan Tahan 11 Pangeran


Putra mahkota ini mempelopori sebuah program reformasi ekonomi ambisius yang bertujuan untuk menarik lebih banyak investasi sektor asing dan swasta ke dalam kerajaan. Arab Saudi merupakan eksportir minyak utama dunia dan negara paling kuat di kawasan Teluk Arab.

Raja Salman juga menunjuk dua menteri baru pada hari Sabtu untuk mendapatkan pos keamanan dan ekonomi utama. Ia menyingkirkan salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling menonjol sebagai kepala Garda Nasional.

Pangeran Miteb bin Abdullah digantikan sebagai menteri Garda Nasional oleh Khaled bin Ayyaf, sementara Menteri Perekonomian Adel Fakieh telah dihapus untuk mendukung wakilnya Mohammed al-Tuwaijri, menurut sebuah keputusan kerajaan yang dilaporkan oleh media pemerintah.

Pangeran Miteb, anak istimewa almarhum Raja Abdullah, pernah dianggap sebagai pesaing utama takhta sebelum kenaikan Pangeran Mohammed yang tak terduga dua tahun lalu.

Perombakan Kabinet membantu mengkonsolidasikan kendali Pangeran Mohammed terhadap institusi keamanan kerajaan, yang telah lama dipimpin oleh cabang-cabang kuat dari keluarga penguasa.

Pangeran Mohammed, yang telah berjanji untuk 'pergi' setelah memberangus korupsi di tingkat tertinggi, akan memimpin badan anti-korupsi baru, yang diberi wewenang luas untuk menyelidiki kasus, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, dan membekukan aset.

"Tanah air tidak akan ada kecuali jika korupsi dicabut dan koruptorlah yang bertanggung jawab," bunyi keputusan kerajaan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
14 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved