Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior dan Tahan 11 Pangeran

Minggu, 05 November 2017 - 06:45 WIB
Arab Saudi Pecat Para...
Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior dan Tahan 11 Pangeran
A A A
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan sejumlah keputusan termasuk memecat sejumlah menteri senior dan menahan hampir selusin pangeran. Selain itu, negara tersebut membentuk menciptakan sebuah komite anti-korupsi yang baru.

Keputusan Kerajaan Arab Saudi ini dikeluarkan hari Sabtu. Para menteri senior yang dipecat termasuk Kepala Garda Nasional Pangeran Meteb bin Abdullah dan Menteri Ekonomi Adel Fakeih.

Abdullah al-Sultan, komandan Angkatan Laut Saudi, digantikan oleh Fahad al-Ghafli. Tidak ada penjelasan resmi terkait pemecatan para menteri tersebut.

Sementara itu, kantor berita negara Saudi, SPA, melaporkan bahwa sebuah komite anti-korupsi yang baru telah dibuat atas keputusan Kerajaan. Media Saudi lainnya, Al Arabiya, menambahkan bahwa setidaknya 11 pangeran, empat menteri saat ini dan beberapa mantan menteri telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan anti-korupsi.

Komite anti-korupsi yang baru kali ini dipimpin oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. Komite tersebut sedang menyelidiki kasus banjir tahun 2009 yang menghancurkan sebagian wilayah Jeddah, dan kasus tanggapan pemerintah terhadap wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Laporan pemecatan dan penahanan sejumlah pangeran ini muncul beberapa bulan setelah Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mencopot keponakannya Mohammed bin Nayef sebagai Pangeran Mahkota yang kemudian digantikan oleh putra kandung Raja Salman, Mohammed bin Salman.

Mohammed bin Salman telah bertanggung jawab untuk mendorong sejumlah perubahan baik di dalam maupun luar negeri sejak dia menjadi Pangeran Mahkota.

Ian Black dari London School of Economics mengatakan bahwa perubahan tersebut sesuai dengan ”pola perubahan yang dipercepat” karena Mohammed bin Salman menjadi pewaris takhta.

”Kami telah melihat sejak Juni tahun ini, perubahan yang sangat jauh,” katanya, yang dilansir Minggu (5/11/2017). ”Saat itulah Mohammed bin Salman, putra Raja Salman, diangkat sebagai Putra Mahkota,” katanya lagi.

”Sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota pada bulan Juni, kami telah melihat banyak pergolakan. Kami telah melihat pengumuman rencana Saudi yang sangat ambisius untuk mengubah ekonomi Saudi, yakni Vision 2030.”

Setelah pemecatan Meteb bin Abdullah sebagai Kepala Farda Nasional, terjadi sebuah serangan rudal dari pemberontak Houthi Yaman menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
15 menit yang lalu
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
44 menit yang lalu
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
1 jam yang lalu
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
1 jam yang lalu
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
1 jam yang lalu
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved