Tunda Repatriasi, Myanmar Tuding Bangladesh Incar Dana Bantuan Internasional

Rabu, 01 November 2017 - 14:09 WIB
Tunda Repatriasi, Myanmar...
Tunda Repatriasi, Myanmar Tuding Bangladesh Incar Dana Bantuan Internasional
A A A
NAYPYITAW - Myanmar menyalahkan Bangladesh karena menunda dimulainya proses repatriasi bagi ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya. Myanmar mengatakan mereka khawatir Dhaka dapat mengulur-ulur sampai mendapat uang bantuan internasional jutaan dolar.

Lebih dari 600 ribu etnis Rohingya telah meninggalkan Myanmar yang sebagian besar beragama Buddha ke negara tetangga Bangladesh sejak akhir Agustus. Mereka menyelamatkan diri dari kekerasan etnik yang menyertai operasi kontra-pemberontakan militer yang brutal setelah serangan militan Rohingya terhadap pos-pos keamanan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Juru bicara pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Zaw Htay mengatakan, Myanmar siap untuk memulai proses pemulangan kapanpun berdasarkan kesepakatan yang mencakup pengembalian Rohingya ke Myanmar pada awal 1990-an.

Dia mengatakan Bangladesh belum menerima persyaratan tersebut.

"Kami siap untuk memulai, tapi pihak lain belum menerima, dan prosesnya tertunda. Ini adalah fakta nomor satu," kata Zaw Htay, yang juga Direktur Jenderal Kementerian Penasihat Negara, seperti disitat dari Reuters, Rabu (1/11/2017).

Sebuah nota kesepahaman tentang titel penghubung perbatasan ditandatangani dengan Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan setelah melakukan pembicaraan di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, pekan lalu. Namun tidak ada kemajuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan lama tersebut.

Zaw Htay menghubungkan penundaan Bangladesh dengan uang yang diajukan sejauh ini oleh masyarakat internasional untuk membantu membangun kamp pengungsi raksasa bagi Rohingya.

"Saat ini mereka sudah mendapat USD400 juta. Selama penerimaan mereka sebesar ini, kami sekarang takut dengan penundaan program untuk memulangkan para pengungsi," katanya.

"Mereka mendapat subsidi internasional. Kami sekarang takut mereka akan memiliki pertimbangan lain untuk repatriasi," imbuhnya.

Pemerintah Bangladesh mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Kamis yang mengatakan bahwa Myanmar tidak menyetujui 10 poin yang diajukan oleh dalam perundingan minggu lalu. Poin itu termasuk pelaksanaan penuh rekomendasi dari Komisi Penasehat di Negara Rakhine, yang diketuai oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, untuk kembalinya Rohingya yang berkelanjutan.

Khan mengatakan kepada media Bangladesh bahwa kedua belah pihak tidak dapat membentuk kelompok kerja bersama. Namun ia mengatakan bahwa hal tersebut harus segera diatur pada saat Menteri Luar Negeri Abul Hassan Mahmood Ali pergi ke Myanmar untuk melakukan pembicaraan pada 30 November.

Pemerintah Myanmar telah mengatakan akan menerima pengungsi Rohingya jika mereka mempunyai dokumen telah tinggal di Myanmar. Zaw Htay mengatakan bahwa Myanmar sedang menunggu daftar pengungsi Rohingya dari pihak Bangladesh.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Puluhan Ribu Pengungsi...
Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Berdemo Minta Dipulangkan
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
24 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved