WHO Pertimbangkan Kembali Penunjukkan Mugabe Jadi Duta

Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:43 WIB
WHO Pertimbangkan Kembali...
WHO Pertimbangkan Kembali Penunjukkan Mugabe Jadi Duta
A A A
JENEWA - Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memikirkan kembali rencananya menunjuk Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sebagai duta. Proposal asli Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memicu sebuah protes.

Ghebreyesus sebelumnya telah memuji Zimbabwe atas komitmennya terhadap kesehatan masyarakat. Namun kritikus Mugabe mengatakan bahwa sistem kesehatan Zimbabwe telah runtuh di bawah peraturan 30 tahun, di mana staf kesehatan bekerja tanpa bayaran sementara obat-obatan kekurangan pasokan.

Hal ini menyebabkan pengacara hak asasi manusia Zimbabwe, Doug Coltart, lewat akun Twitternya mempertanyakan bagaimana perasaan WHO tentang memiliki Duta yang menghancurkan sektor kesehatan di negaranya.

Pengguna media sosial lainnya menuduh presidenbepergian ke luar negeri untuk menerima perawatan medisnya sendiri seperti dikutip dari BBC, Minggu (22/10/2017).

Sementara itu, pemerintah Inggris menggambarkan penunjukkan Mugabe sangat mengejutkan dan mengecewakan mengingat catatan pelanggaran hak asasi manusianya, dan memperingatkan bahwa hal itu dapat membayangi pekerjaan WHO.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa dia mengira itu adalah lelucon April Fool yang buruk, sementara departemen luar negeri AS mengatakan bahwa penunjukkan itu jelas bertentangan dengan cita-cita Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghormati hak asasi manusia dan martabat manusia.

Pemimpin Zimbabwe telah kerap dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia oleh Uni Eropa (UE) dan AS.

Kelompok lain yang mengkritik penunjukkan Mugabe meliputi Wellcome Trust, Aliansi NCD, UN Watch, Federasi Jantung Dunia dan Aksi Melawan Rokok.

Tedros mengatakan bahwa Zimbabwe adalah negara yang menempatkan cakupan kesehatan universal dan promosi kesehatan di pusat kebijakannya untuk memberikan perawatan kesehatan bagi semua orang.

Namun, pria asal Etiopia itu mengatakan dia akan memikirkan kembali pendekatannya berdasarkan nilai-nilai WHO.

Mugabe seharusnya menjadi duta untuk membantu mengatasi penyakit tidak menular, yang mencakup hal-hal seperti serangan panas dan asma.

Tedros adalah orang Afrika pertama yang memimpin WHO. Dia terpilih pada bulan Mei lalu dengan mandat untuk menangani politisasi yang dirasakan dalam organisasi tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Pakai Uang Baru, Nilai...
Pakai Uang Baru, Nilai 1 Juta Dolar Zimbabwe Kini Berapa Rupiah?
Mata Uang Paling Tak...
Mata Uang Paling Tak Berharga, Nilai 100 Triliun Dolar Zimbabwe Berapa Dolar AS?
7 Penyebab Utama Hiperinflasi...
7 Penyebab Utama Hiperinflasi di Zimbabwe
Balita 3 Tahun Diselamatkan...
Balita 3 Tahun Diselamatkan Ibunya dari Cengkeraman Rahang Buaya
Ibu Ini Selamatkan Anaknya...
Ibu Ini Selamatkan Anaknya yang Umur 3 Tahun dari Rahang Buaya
Dolar Baru Zimbabwe...
Dolar Baru Zimbabwe Belum Diterima, ZiG Dihantam Banyak Tekanan
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
28 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
3 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved