Dituduh Ajak 3 Wanita Berhubungan Seks, Wapres Zimbabwe Mundur

loading...
Dituduh Ajak 3 Wanita Berhubungan Seks, Wapres Zimbabwe Mundur
Wakil Presiden Zimbabwe, Kembo Mohadi, mengundurkan diri. Foto/ZimLive
HARARE - Salah satu dari dua wakil presiden (wapres) Zimbabwe, Kembo Mohadi , 71, telah mengundurkan diri setelah dituduh mengajak tiga wanita, dua di antaranya telah bersuami, untuk berhubungan seks secara terpisah. Media lokal menggambarkan tiga wanita itu sebagai selingkuhan Mohadi.

Baca juga: Rekaman Bocor, Wapres Ini Ketahuan Hendak Bercinta dengan Selingkuhan di Kantornya

Mohadi awalnya menolak untuk seruan untuk mengundurkan diri menyusul laporan di media lokal tentang dia berselingkuh dengan tiga wanita. Bahkan, ada rekaman panggilan telepon yang mana dia meminta untuk berhubungan seks.

Dalam salah satu kasus, wakil presiden itu diduga terlibat dalam perencanaan hubungan seks di kantornya dengan kekasih gelapnya yang lebih muda dan sudah bersuami.

Kemudian, kasus kedua terungkap dalam percakapan telepon di mana wakil presiden berbicara dengan kekasih mudanya tentang afrodisiak saat dia mempersiapkan diri untuk beberapa tindakan di tempat tidur.



Baca juga: Selingkuh dengan Wakil Presiden, Wanita Ini Diceraikan Suaminya

"Ya, saya sudah, saya minum dua cangkir," bunyi suara Mohadi dalam rekaman audio mengacu pada afrodisiak.

Tanggapannya mengejutkan kekasih gelapnya berbunyi; "Kamu akan overdosis."

"Tidak terlalu asam," balas Mohadi, seolah meyakinkannya.

Baca juga: Rekaman Bocor Lagi, Wapres Gila Seks Ini Undang Selingkuhan ke Hotel



Kasus ketiga adalah rekaman panggilan telepon, di mana Mohadi mengundang seorang wanita muda untuk bercinta di sebuah hotel ketika dia melakukan kunjungan ke sebuah kota.

Mohadi pada pekan lalu menepis tuduhan bahwa merencanakan untuk berhubungan seks dengan tiga wanita itu secara terpisah seperti yang dilaporkan media lokal. Dia mengeklaim rekaman panggilan telepon itu adalah rekayasa. Menurutnya, suaranya telah dikloning dan ponselnya diretas.

Dia mengaku sebagai korban intrik politik dan sempat menolak untuk mengundurkan diri karena skandal tersebut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top