Korut Akuisisi Pabrik yang Ditinggalkan Korsel di Kaesong

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 16:47 WIB
Korut Akuisisi Pabrik...
Korut Akuisisi Pabrik yang Ditinggalkan Korsel di Kaesong
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) telah mulai mengoperasikan beberapa pabrik yang diinvestasikan Seoul di kompleks industri Kaesong setelah Korea Selatan (Korsel) menarik diri dari usaha patungan tersebut. Demikian laporan yang diturunkan media online Pyongyang.

Korsel menghentikan operasi di kompleks industri itu pada bulan Februari tahun lalu. Saat itu Korsel mengatakan bahwa uang yang dihasilkan Pyongyang dari usaha tersebut digunakan untuk program senjata nuklirnya.

Sebuah asosiasi yang mewakili 120 perusahaan Korsel yang mengoperasikan pabrik di Kaesong, yang terletak persis di seberang perbatasan Korut, memperkirakan nilai aset yang ditinggalkan senilai USD 663 juta.

Pada hari Jumat (6/10/2017), media Korut mengkonfirmasi pabrik yang dikelola bersama masih berjalan dan bahwa pabrik yang ditinggalkan oleh Korsel tidak dapat lagi dianggap sebagai aset mereka.

"Tidak ada yang bisa mengganggu apa pun yang kita lakukan di zona industri yang berada di wilayah kedaulatan kita," tulis Uriminzokkiri, salah satu media propaganda Pyongyang, seperti dinukil dari Channel News Asia.

Artikel tersebut menambahkan bahwa Pyongyang akan membekukan semua fasilitas, produk dan bahan yang ditinggalkan oleh Korsel dan akhirnya mengendalikan serta mengelolanya.

"Tidak peduli seberapa keras AS dan kroni-kroninya dapat mencoba untuk mengintensifkan sanksi, mereka tidak akan pernah bisa menghentikan kita maju dan pabrik di zona industri semuanya akan segera bekerja lebih aktif," katanya.

Situs propaganda online Korut lainnya, Arirangmeari.com, mengatakan bahwa mesin pabrik yang ditinggalkan oleh Korsel telah hangus.

"Anjing-anjing itu menggonggong tapi kafilah terus berjalan. Betapapun kekuatannya yang sangat bermusuhan, keriuhan, pabrik di zona industri Kaesong akan berjalan lebih aktif," katanya.

Pengumuman tersebut menyusul laporan berita bahwa Korut telah menggunakan fasilitas investasi Seoul di 19 pabrik untuk memproduksi pakaian di Kaesong.

Korut tidak mau tunduk pada sejumlah sanksi internasional atas program nuklir dan misilnya.

Menanggapi pengumuman tersebut, seorang pejabat di kementerian unifikasi Seoul mengatakan kepada kantor berita Yonhap: "Korea Utara tidak boleh melanggar hak properti perusahaan Korea Selatan."
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
40 menit yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
2 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
2 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
3 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
3 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved