Perjanjian Nuklir Iran, Menhan AS Beda Pendapat dengan Trump

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:36 WIB
Perjanjian Nuklir Iran,...
Perjanjian Nuklir Iran, Menhan AS Beda Pendapat dengan Trump
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis, mempunyai pandangan berbedan dengan Presiden Donald Trump terkait perjanjian nuklir Iran. Menurutnya, AS harus mempertimbangkan untuk tetap berada dalam perjanjian nuklir Iran kecuali jika Teheran terbukti melanggar atau tidak sesuai dengan kepentingan AS.

"Jika kita bisa memastikan bahwa Iran hidup dalam kesepakatan tersebut, jika kita dapat menentukan bahwa ini demi kepentingan terbaik kita, maka jelaslah kita harus tetap melakukannya," kata Mattis dalam sebuah sebuah dengar pendapat dengan Senat AS.

"Saya yakin, tidak ada indikasi sebaliknya, ini adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan presiden untuk mempertahankannya," Mattis menambahkan seperti disitat dari Reuters, Rabu (4/10/2017).

Sebelumnya, ketika Mattis ditanya apakah menurutnya kesepakatan tersebut sesuai dengan kepentingan keamanan nasional AS dia menjawab: "Ya, senator, saya tahu."

Mattis mengatakan bahwa Iran "secara mendasar" sudah sesuai dengan kesepakatan nuklir tersebut.

"Tentu ada beberapa daerah untuk sementara tidak menghormati hal itu, tapi secara keseluruhan komunitas intelijen kami percaya bahwa mereka telah mematiho dan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) juga mengatakannya," kata Mattis.

Gedung Putih tidak segera berkomentar mengenai ucapan Mattis, yang sekali lagi menyoroti berbagai pandangan mengenai isu-isu kebijakan utama dalam administrasi Trump.

Trump saat ini tengah menimbang apakah pakta tersebut melayani kepentingan keamanan AS saat dia menghadapi batas waktu hingga 15 Oktober untuk memastikan bahwa Iran mematuhi kesepakatan itu. Keputusan Trump dapat menenggelamkan kesepakatan yang sangat didukung oleh kekuatan dunia lainnya yang menegosiasikannya.

Jika Trump tidak melakukan sertifikasi ulang pada 15 Oktober bahwa Iran mematuhi kesepakatan itu, pemimpin kongres akan memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan mengajukan sanksi kepada Teheran yang ditangguhkan berdasarkan kesepakatan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Diplomat dari Lima Negara,...
Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Iran: AS Jadikan Protes...
Iran: AS Jadikan Protes Mahsa Amini Alat Konsesi Perundingan Nuklir
Anggota Parlemen Iran:...
Anggota Parlemen Iran: Tentara AS Berisiko Neraka jika Perundingan Nuklir Gagal
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
20 menit yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
1 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
2 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
6 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
7 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved