AS Menarik Diri, Iran Ancam Batalkan Kesepakatan Nuklir

Jum'at, 29 September 2017 - 02:16 WIB
AS Menarik Diri, Iran...
AS Menarik Diri, Iran Ancam Batalkan Kesepakatan Nuklir
A A A
NEW YORK - Iran dapat membatalkan kesepakatan nuklir yang diraihnya dengan enam negara besar jika Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mencabutnya. Demikian yang ditakatakan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif saat diwawancara oleh Al Jazeera.

Presiden AS Donald Trump telah menyebut kesepakatan yang dicapai pada 2015 itu sebagai "rasa malu". Kesepakatan tersebut didukung oleh kekuatan besar lainnya yang menegosiasikannya dengan Iran . Keruntuhannya dapat memicu perlombaan senjata regional dan memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

"Jika Washington memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut, Iran memiliki opsi untuk menarik diri dan pilihan lainnya," kata Zarif.

"Washington akan berada dalam posisi yang lebih baik jika tetap berkomitmen terhadap kesepakatan tersebut," imbuh Zarif seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/9/2017).

Al Jazeera menghapus sebuah tweet sebelumnya yang mengutip Zarif mengatakan bahwa jika Washington mengundurkan diri dari kesepakatan tersebut, Iran juga akan melakukannya, daripada hanya memiliki opsi untuk melakukannya, setelah seorang pejabat Iran mengatakan bahwa Zarif telah salah kutip.

Trump mempertimbangkan apakah kesepakatan tersebut sesuai dengan kepentingan keamanan AS. Dia menghadapi batas waktu hingga pertengahan Oktober untuk memastikan bahwa Iran mematuhi pakta tersebut.

Jika Trump, yang telah menyebut kesepakatan tersebut "kesepakatan terburuk yang pernah dinegosiasikan", tidak akan meresmikannya pada 16 Oktober, Kongres memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan menjatuhkan sanksi yang ditangguhkan berdasarkan kesepakatan tersebut.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan Washington tidak akan mengomentari setiap pernyataan dari pejabat Iran.

"Kami berkomitmen penuh untuk menangani keseluruhan ancaman dan aktivitas jahat Iran," kata pejabat tersebut.

Otoritas Iran telah berulang kali mengatakan bahwa Teheran tidak akan menjadi yang pertama melanggar kesepakatan tersebut, di mana Teheran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan sebagian besar sanksi internasional yang telah melumpuhkan ekonominya.

Prospek bahwa Washington dapat mengingkari kesepakatan tersebut telah membuat khawatir beberapa sekutu AS yang membantu menegosiasikannya. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pekan lalu bahwa tidak ada alternatif untuk kesepakatan nuklir tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Diplomat dari Lima Negara,...
Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Iran: AS Jadikan Protes...
Iran: AS Jadikan Protes Mahsa Amini Alat Konsesi Perundingan Nuklir
Anggota Parlemen Iran:...
Anggota Parlemen Iran: Tentara AS Berisiko Neraka jika Perundingan Nuklir Gagal
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
57 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved