Wapres Myanmar Mengaku Prihatin dengan Eksodus Etnis Rohingya

Kamis, 21 September 2017 - 11:25 WIB
Wapres Myanmar Mengaku...
Wapres Myanmar Mengaku Prihatin dengan Eksodus Etnis Rohingya
A A A
NEW YORK - Wakil Presiden Myanmar, Henry Van Thio, mengatakan bahwa pemerintahannya sangat prihatin dengan eksodus orang-orang dari negara Rakhine ke Bangladesh. Berbicara di Majelis Umum PBB, dia mengatakan bahwa Myanmar sedang menyelidiki masalah besar itu dengan signifikan.

Namun dia mengulangi jalur pemerintah bahwa alasan terjadinya pergolakan tersebut tidak jelas dan bahwa mayoritas besar umat Islam berada di negara bagian itu.

"Dengan senang hati saya informasikan bahwa situasinya telah membaik," ujar Van Thio seperti dikutip dari BBC, Kamis (21/9/2017).

Dia berbicara di Majelis Umum PBB menggantikan Aung San Suu Kyi. Dia menolak menghadiri Majelis Umum untuk menangani krisis tersebut.

Dia mengatakan tidak hanya Muslim tapi kelompok minoritas lainnya telah melarikan diri. Pasukan keamanan telah diberi tahu untuk melakukan tindakan penuh guna menghindari kerusakan dan kerugian warga sipil yang tidak bersalah.

Lebih dari 400 ribu orang telah melarikan diri dari Rakhine ke negara tetangga Bangladesh di tengah tindakan keras militer. Aksi militer diluncurkan sesaat setelah serangan 25 Agustus terhadap pos-pos polisi oleh gerilyawan Rohingya.

Militer Burma secara luas dituduh melakukan kekejaman pembersihan etnis. Namun militer Myanmar mengatakan operasinya ditujukan untuk membasmi teroris dan berulang kali menolak sasaran warga sipil.

Militer Myanmar juga mengatakan bantuan akan didistribusikan "tanpa diskriminasi".

Rohingya ditolak kewarganegaraan di Myanmar dan sangat dibenci. Mereka dianggap sebagai pengungsi dari Bangladesh.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
44 menit yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
2 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
4 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved