Parlemen Eropa Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Rohingya

Jum'at, 15 September 2017 - 02:14 WIB
Parlemen Eropa Desak...
Parlemen Eropa Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Rohingya
A A A
BRUSSELS - Anggota parlemen Eropa mendesak pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi untuk "mengecam dengan tegas" serangan terhadap Muslim Rohingya. Mereka juga menuntut militer Myanmar untuk menghentikan tindak kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Tekanan telah berkembang selama krisis yang telah terjadi sekitar 400.000 orang melarikan diri ke Bangladesh.

Resolusi parlemen Eropa meminta militer Myanmar untuk segera menghentikan pembunuhan, pelecehan dan pemerkosaan orang-orang Rohingya, dan pembakaran rumah mereka seperti dilansir dari Deutsche Welle, Jumat (15/9/2017).

Resolusi ini juga mendesak Uni Eropa untuk memperjelas bahwa pihaknya siap untuk memberikan sanksi terhadap Myanmar jika tidak menghentikan pelanggaran hak asasi manusia.

Anggota parlemen mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk mengecam dengan tegas semua hasutan terhadap kebencian rasial atau agama.

Suu Kyi telah mendapat kritikan internasional yang parah karena tidak berbuat cukup untuk menghentikan perselisihan yang telah menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan ribu orang mengungsi dalam beberapa hari terakhir ini.

Anggota Parlemen Eropa mengingatkan bahwa ia adalah penerima Hadiah Sakharov dari Parlemen Eropa, sebuah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang membela hak asasi manusia, melindungi hak-hak minoritas dan menghormati hukum internasional.

Anggota parlemen mempertanyakan apakah Hadiah Sakharov dapat dicabut dalam kasus di mana pemenang melanggar kriteria tersebut. Kritikus telah meminta dia untuk dilucuti dari Hadiah Nobelnya, meskipun masalah keamanan di Myanmar sangat besar berhubungan dengan militer.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
44 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
4 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
6 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
8 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
8 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved