Peran Israel dalam Pembantaian Muslim Rohingya Tuai Kecaman

Sabtu, 09 September 2017 - 04:44 WIB
Peran Israel dalam Pembantaian...
Peran Israel dalam Pembantaian Muslim Rohingya Tuai Kecaman
A A A
TEL AVIV - Peran Tel Aviv dalam pembantaian etnis Muslim Rohingya di Rakhine oleh militer Myanmar menuai kecaman dari para politisi Arab di Knesset atau Parlemen Israel. Israel dianggap berperan dengan memasok senjata kepada junta militer Myanmar.

Kecaman disampaikan dalam pernyataan oleh kelompok politisi Arab pemilik 13 kursi di Knesset. Sikap mereka merujuk pada laporan surat kabar Haaretz yang menyebut pemerintah Israel terus menjual senjata kepada tentara Myanmar meski ada operasi militer terhadap etnis Muslim Rohingya.

“Menyesalkan pembantaian terus-menerus dan genosida demografis yang dilakukan oleh pasukan militer Myanmar dan kelompok terkait terhadap Muslim,” bunyi pernyataan kelompok politisi Arab tersebut.

Baca: Pembantaian Rohingya dan Jejak Senjata Israel di Myanmar

Operasi militer terhadap kelompok minoritas Rohingya, mereka anggap sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Para politisi Arab-Israel itu menyerukan pengadilan internasional untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas penindasan tersebut.

Kelompok politisi itu juga meminta masyarakat internasional untuk mengutuk kejahatan terhadap kelompok minoritas Rohingya dan mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan tindakan brutal militernya.

Pihak berwenang Israel tidak berkomentar atas ekspor senjata kepada junta militer Myanmar.

Kekerasan terbaru di Rakhine dimulai pada 25 Agustus 2017 setelah kelompok gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos-pos polisi yang menewaskan sekitar 12 petugas. Militer Myanmar kemudian meluncurkan operasi brutal dan mengaku telah membunuh sekitar 370 yang mereka klaim anggota gerilyawan Rohingya.

Namun, laporan kredibel dari para aktivis menyebut sekitar 135 termasuk wanita dan anak-anak di satu desa di Rakhine dibantai.

Sementara itu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), seperti dikutip New York Times, Sabtu (9/9/2017) mengumumkan bahwa lebih dari 270.000 pengungsi Rohingya dari Arakan atau Rakhine telah melarikan diri ke Bangladesh karena pelanggaran yang mereka alami dalam dua minggu terakhir.
(mas)
Berita Terkait
Redam Demonstran, Junta...
Redam Demonstran, Junta Myanmar Gunakan Spyware dan Peralatan Militer Israel
Demi Pengakuan, Israel...
Demi Pengakuan, Israel Dukung Militer Myanmar dalam Genosida Muslim Rohingya
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
2 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
3 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
5 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
6 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved