Malala Serukan Perlindungan untuk Rohingya

Jum'at, 08 September 2017 - 10:27 WIB
Malala Serukan Perlindungan...
Malala Serukan Perlindungan untuk Rohingya
A A A
LONDON - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai mengatakan, masyarakat global perlu diintervensi untuk melindungi minoritas Muslim Myanmar. Ia pun meminta tanggapan dunia internasional terhadap kekerasan yang terjadi di Myanmar.

"Kita tidak bisa diam sekarang. Jumlah orang yang telah mengungsi adalah ratusan ribu. Saya pikir kita bahkan tidak bisa membayangkan untuk sesaat seperti apa kewarganegaraan Anda, hak Anda untuk tinggal di negara, benar-benar ditolak," kata Malala seperti dilansir dari BBC, Jumat (8/9/2017).

"Ini harus menjadi isu hak asasi manusia. Pemerintah harus bereaksi terhadapnya. Orang-orang mengungsi, mereka menghadapi kekerasan. Anak-anak dirampas pendidikan, mereka tidak dapat menerima hak-hak dasar - dan hidup dalam situasi terorisme, bila ada begitu banyak kekerasan di sekitar Anda, sangat sulit dilakukan," sambungnya.

Dia pun mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk berbicara kepada Rohingya.

"Kita perlu bangun dan meresponsnya - dan saya berharap Aung San Suu Kyi juga meresponsnya," pungkasnya.

Ini adalah kedua kalinya Malala meminta Suu Kyi untuk angkat bicara terkait Rohingya. Sebelumnya Malala mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung San Suu Kyi bertindak.

Baca juga:
Tragedi Rohingya Memalukan, Malala: Dunia Menanti Suu Kyi Bertindak


Pada hari Kamis, Aung San Suu Kyi mengucapkan pidato pertamanya tentang krisis di Rakhine sejak tindakan keras pemerintah dimulai bulan lalu.

"Sedikit tidak masuk akal untuk mengharapkan kami menyelesaikan masalah ini dalam 18 bulan. Situasi di Rakhine sudah seperti itu sejak beberapa dekade. Ini kembali ke zaman pra-kolonial," katanya.

Baca juga:
Suu Kyi Nilai Pemerintahannya Tak Bisa Disalahkan Atas Krisis Rohingnya
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
2 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
5 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
6 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
7 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
8 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved