Tragedi Rohingya Memalukan, Malala: Dunia Menanti Suu Kyi Bertindak

Senin, 04 September 2017 - 13:57 WIB
Tragedi Rohingya Memalukan,...
Tragedi Rohingya Memalukan, Malala: Dunia Menanti Suu Kyi Bertindak
A A A
LONDON - Malala Yousafzai, aktivis muda HAM, mengutuk kekerasan militer terhadap minoritas Muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar sebagai tragedi yang memalukan. Menurut Malala, dunia kini menanti peraih Nobel Perdamain Aung San Suu Kyi bertindak.

Gadis Pakistan yang nyaris tewas setelah kepalanya ditembak milisi Taliban itu meminta Suu Kyi yang jadi pemimpin de facto Myanmar mengutuk kekerasan terhadap warga Rohingya. Komentar Malala disampaikan di Twitter setelah krisis kemanusiaan di Rakhine jadi sorotan dunia.

Malala mengatakan bahwa dia telah patah hati oleh laporan bahwa anak-anak muda dibunuh pasukan keamanan Myanmar. Dia pun mendesak pemerintah negara itu memberikan status kewarganegaraan kepada etnis Rohingya.

“Selama beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini,” bunyi pernyataan Malala yang diunggah di akun Twitter-nya, @Malala, Senin (4/9/2017).

”Saya masih menunggu rekan peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama. Dunia sedang menunggu dan Muslim Rohingya sedang menunggu,” lanjut Malala.

Militer Myanmar menyatakan, hampir 400 orang tewas dalam kekerasan di Rakhine, dengan mayoritas korban kelompok militan Roihngya. Tapi, para aktivis Rakhine menyebut ada sekitar 1.000 orang Rohingya yang mayoritas warga sipil dibunuh tentara Myanmar.

“Hentikan kekerasan. Hari ini kita telah melihat foto anak-anak kecil yang dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar. Anak-anak ini tidak menyerang siapapun, namun rumah mereka dibakar sampai habis,” tulis Malala.

”Jika rumah mereka bukan Myanmar, di mana mereka tinggal selama beberapa generasi, lalu di mana? Orang Rohingya harus diberi kewarganegaraan di Myanmar, negara tempat mereka dilahirkan.”

Menteri Luar Negeri Inggris Borish Johnson, sebelumnya juga mengirim pesan kepada Aung San Suu Kyi yang dianggap sebagai ikon demokrasi Myanmar.

“Aung San Suu Kyi benar dianggap sebagai salah satu tokoh paling mengasyikkan di zaman kita, namun perlakuan Rohingya sangat menodai reputasi Burma,” ujar Johnson yang menggunakan nama lain dari Myanmar.
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved