Aksi Protes Krisis Rohingya, dari Chechnya Hingga Jakarta

Selasa, 05 September 2017 - 13:17 WIB
Aksi Protes Krisis Rohingya,...
Aksi Protes Krisis Rohingya, dari Chechnya Hingga Jakarta
A A A
JAKARTA - Umat Muslim dan sejumlah demonstran ramai-ramai menunjukkan solidaritasnya untuk minoritas Rohingya yang teraniaya di Myanmar. Aksi solidaritas berbentuk demonstrasi dengan turun ke jalan dan di depan kedutaan besar Myanmar itu terjadi di sejumlah negara.

Lebih dari satu juta orang menghadiri sebuah demonstrasi di Grozny, ibukota Chechnya yang mayoritas Muslim di Rusia pada hari Senin. Massa demonstran memegang sejumlah poster bertuliskan "Hentikan Genosida di Myanmar" dan "Hentikan Pembunuhan Muslim Myanmar."

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, berorasi kepada kerumunan. Ia mengkritik kurangnya tindakan pemerintah Rusia terhadap Myanmar yang disambut takbir "Allahu Akbar" oleh masa demonstran.

Di Moskow, 20 orang ditangkap karena menimbulkan gangguan di luar kedutaan Myanmar pada hari Senin. Sebelumnya, pada hari Minggu, hampir 1.000 orang melakukan demonstrasi di luar gedung yang sama.

Menteri luar negeri Pakistan Khawaja Asif melalui akun Twitternya mengecam penganiayaan Rohingya dan Muslim lainnya sebagai "kegagalan kolektif" kepemimpinan di dunia Muslim seperti dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (5/9/2017).

Di Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, pemrotes menggeruduk kedutaan Myanmar di Jakarta pada hari Sabtu dan Minggu.

Sekelompok aktivis Muslim dilaporkan meminta Komite Hadiah Nobel untuk menarik Hadiah Nobel dari pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Polisi Jakarta melaporkan bahwa sebuah bom molotov dilempar ke kedutaan pada hari Minggu pagi. Insiden ini menyebabkan kebakaran kecil di lantai dua gedung tersebut.

Protes pro Rohingya selanjutnya dijadwalkan di ibu kota Indonesia pada hari Rabu dan di monumen Budha paling terkenal di Indonesia Borobudur di Jawa Tengah pada hari Jumat. Namun polisi setempat menolak izin untuk demonstrasi yang terakhir.

Pekan lalu, sebagian besar kelompok Rohingya dari sekitar 1200 pemrotes di Kuala Lumpur untuk menyoroti nasib orang-orang sebangsa mereka. Banyak dari mereka memiliki saudara yang tinggal di Negara Bagian Rakhine dan di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh. Sekitar 60.000 orang Rohingya tinggal di Malaysia.

Pada hari Senin, The Bastar Solidarity Network cabang Kolkata melakukan demonstrasi di kedutaan Myanmar di kota itu, India.

Pada hari Senin, aktivis hak asasi perempuan terkemuka Pakistan dan peraih Nobel, Malala Yousafzai, meminta Suu Kyi untuk mencela kekerasan tersebut dan mengakhiri penganiayaan terhadap minoritas Rohingya.

"Selama beberapa tahun terakhir, berulang kali saya mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini," katanya.

"Saya masih menunggu rekan peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama. Dunia sedang menunggu dan Muslim Rohingya sedang menunggu," ujarnya.

Baca juga:
Tragedi Rohingya Memalukan, Malala: Dunia Menanti Suu Kyi Bertindak
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
6 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
7 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
8 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
9 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
10 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved