Muslim Rohingya Ditindas, Suu Kyi Sang Peraih Nobel Disorot Lagi

Kamis, 31 Agustus 2017 - 17:10 WIB
Muslim Rohingya Ditindas,...
Muslim Rohingya Ditindas, Suu Kyi Sang Peraih Nobel Disorot Lagi
A A A
YANGON - Kekerasan terbaru oleh militer Myamar terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine membuat pemimpin de facto Aung San Suu Kyi kembali jadi sorotan masyarakat internasional. Tokoh peraih Nobel Perdamaian itu dianggap belum cukup berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan di Rakhine.

Warga sipil Rohingya jadi korban tindakan keras militer setelah kelompok militan di Rakhine menyerang pos-pos polisi perbatasan yang menewaskan 12 personel polisi pada Kamis malam pekan lalu.

Serangan itu direspons dengan operasi militer yang menewaskan lebih dari 90 orang, termasuk warga sipil. Ribuan warga Muslim Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh. Dalam pelarian, mereka mengungkap bahwa tentara Myanmar membakar rumah-rumah warga dan menembaki setiap objek bergerak, termasuk bayi yang tak bersalah.

Sorotan terhadap Suu Kyi salah satunya muncul dari Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Yousef A Al-Othaimeen. Pemimpin kelompok negara-negara Islam itu menulis surat kepada Suu Kyi dan secara terpisah kepada Sekjen PBB Antonio Guterres.

OKI yang mengacu pada laporan “penggunaan kekuatan sembarangan” terhadap populasi sipil di Rakhine telah membuat situasi di wilayah itu menjadi menyedihkan. Al-Othaimeen berharap Dewan Keamanan PBB bisa secara efektif menangani masalah ini.

Kepada Suu Kyi, Al-Othaimeen mengungkapkan keprihatinannya. Sejken OKI itu meminta pihak berwenang Myanmar segera menghentikan kekerasan, merehabilitasi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan mengizinkan badan bantuan kemanusiaan masuk untuk membantu orang-orang yang terkena dampak.

Sebelumnya, OKI mengutuk rentetan kekerasan yang terjadi yang dialami komunitas Muslim Rohingya.

”Ini telah terbukti dengan jelas dalam penghancuran sistematis dan terorganisir di banyak desa dan rumah oleh kelompok main hakim sendiri di bawah perlindungan tentara dan polisi, terutama di Quarter Nomor 5 di Kota Maungdaw,” bunyi pernyataan OKI yang dipublikasikan di situsnya.

”Peristiwa ini melanggar hak dasar Rohingya dan merupakan pelanggaran serius terhadap komitmen internasional pemerintah Myanmar untuk melindungi warga sipil. Kejadian kekerasan seperti itu hanya memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan,” lanjut pernyataan OKI.

OKI juga mencatat bahwa rekomendasi dari Komisi Penasihat di Rakhine yang diketuai oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan.

“Laporan tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa upaya yang lebih besar dibutuhkan pemerintah untuk mencegah kekerasan, menjaga perdamaian, mendorong rekonsiliasi dan menawarkan harapan kepada populasi Rohingya yang telah lama menderita,” imbuh pernyatan OKI, yang dilansir bdnews24, Kamis (31/8/2017).
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
42 menit yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
1 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
3 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
4 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved