Di Pakistan, Lagu 'Imagine' John Lennon Dianggap Menista Agama

Senin, 28 Agustus 2017 - 14:52 WIB
Di Pakistan, Lagu Imagine...
Di Pakistan, Lagu 'Imagine' John Lennon Dianggap Menista Agama
A A A
KARACHI - Sebuah sekolah swasta di Karachi batal menyanyikan lagu “Imagine” karya John Lennon dalam konser tahunan para siswa. Pihak sekolah takut dikenai tuntutan hukum terkait penistaan agama jika menyanyikan lagu yang dipopulerkan pentolan The Beatles itu.

Lagu itu sebenarnya sudah dipersiapkan untuk dinyayikan para siswa di Karachi Grammar School, seperti tahun-tahun sebelumnya. Pihak sekolah membatalkannya setelah muncul kritik yang meluas di media sosial yang menganggap lirik lagu tersebut berisi pesan ateisme.

Salah satu pengkritik menilai lagu “Imagine” tak patut dikumandangkan di sekolah. “Sebuah sekolah swasta di Karachi mengadakan konser pada hari Jumat. Siswa akan menyanyikan lirik John Lennon—tidak ada surga, tidak ada neraka, juga tidak ada agama,” tulis seorang kolomnis surat kabar, Ansar Abbasi melalui akun Twitter @AnsarAAbbasi.

Kolomnis lainnya, Orya Maqbool Jan, dalam sebuah debat di acara talk show televisi mengatakan bahwa orang tua siswa telah menjadi “budak pemikiran Barat”. Dia menuduh pihak Karachi Grammar School "memaksakan" lagu tersebut pada para siswa.

”Lagu ini mempertanyakan keyakinan kita kepada Tuhan dan mendorong pola pikir ateis,” kata Jan. Dia kemudian menuduh kepala sekolah Dr CE Wall, seorang warga negara Inggris, mengenalkan nilai sekuler ke sekolah tersebut.

”Sekolah ini dikelola oleh orang Inggris dan di situlah masalahnya,” imbuh dia.

Kritik pun dibalas kritik. Para kolomnis yang memicu kekhawatiran bahwa menyanyikan lagu “Imagine” akan dikenai tuntutan hukum penistaan agama dinilai tidak memahami pesan dari lagu itu.

“Orang-orang konservatif Pakistan begitu tersinggung oleh lirik ‘Imagine’ karya John Lennon, hanya masalah waktu sebelum seseorang digantung karena menyanyikannya,” tulis pengguna media sosial, Fahad Desmukh melalui akun Twitter-nya, @desmukh.

Berbicara kepada Daily Telegraph, mantan siswa Daanika Kamal mengatakan bahwa Abbasi tidak mempedulikan pesan lagu tersebut.

”Kami diperkenalkan 'Imagine' oleh sekolah,” katanya.” Itu nyanyian damai, itulah mengapa hal itu sesuai dengan kami. Bila Anda tinggal di negara seperti Pakistan dan terus-menerus mendengar tentang serangan, sangat menenangkan mendengar lagu yang menyatukan kita,” ujarnya, yang dilansir semalam (27/8/2017).
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
29 menit yang lalu
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
53 menit yang lalu
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
1 jam yang lalu
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
1 jam yang lalu
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved