Petugas Bandara Glasgow Gagalkan Masuknya 100 Budak Seks ke Skotlandia

Sabtu, 26 Agustus 2017 - 12:58 WIB
Petugas Bandara Glasgow...
Petugas Bandara Glasgow Gagalkan Masuknya 100 Budak Seks ke Skotlandia
A A A
GLASGOW - Hampir 100 korban potensial perdagangan manusia telah digagalkan oleh petugas perbatasan di Bandara Glasgow sejak November lalu. Mereka kemudian dikirim kembali negara asalnya.

Lebih dari 300 pria dan wanita diwawancarai petugas Safeguarding and Trafficking (SAT) karena dicurigai menjadi sasaran perbudakan modern. Lebih dari 80 persen dari mereka yang diwawancarai adalah orang Rumania dan kurang dari 50 persennya adalah laki-laki.

The Border Force, yang melakukan wawancara sebagai bagian dari tindakan keras terhadap geng yang menjual korban ke rumah pelacuran, mengatakan bahwa banyak korban tidak tahu bahwa mereka dijual ke dalam prostitusi.

Satu kasus adalah seorang gadis berusia 18 tahun yang baru saja meninggalkan sekolah, tidak memiliki uang dan ia diyakini akan dipekerjakan di sebuah hotel di Edinburgh.

"Ini tentang melindungi wanita muda yang rentan, dan orang-orang, yang diperdagangkan dan dieksploitasi serta melindungi masyarakat tempat mereka tinggal," kata Gordon Summers, asisten direktur di Border Force North.

"Border Force bekerja sama dengan para mitra untuk mengidentifikasi pelaku perdagangan dan penyelenggara, dan ingin membuat orang-orang di belakang rumah pelacuran dan yang menjual anak perempuan," sambungnya seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (26/8/2017).

Ia juga mengatakan mereka yang mendorong pelacuran juga harus ikut mempertanggungjawabkan.

"Mereka yang menghadiri rumah bordil mendorong kriminalitas dan eksploitasi terhadap wanita muda," ujarnya.

"Seringkali wanita-wanita ini dipaksa memasuki gaya hidup ini melawan keinginan mereka dan mereka terkena kekerasan dan intimidasi oleh gerombolan yang membawa mereka ke sini. Mereka tidak berdaya," jelas Summer.

Operasi itu terjadi setelah Badan Kejahatan Nasional (NCA) baru-baru ini melaporkan bahwa perbudakan modern jauh lebih lazim daripada yang diperkirakan sebelumnya, karena hal itu mempengaruhi setiap kota besar dan kota di Skotlandia.

Badan tersebut mengatakan perkiraan sebelumnya antara 10.000 dan 13.000 budak di Inggris hanyalah puncak gunung es, karena jumlah kasus diyakini jauh lebih tinggi.

Perdana Menteri Inggris Theresa May berjanji pada bulan Juli untuk memberikan perlawanan terhadap perbudakan modern dengan peningkatan 33 juta poundsterling (USD42 juta).
(ian)
Berita Terkait
Pecahkan Misteri, Ratusan...
Pecahkan Misteri, Ratusan Pemburu Monster Loch Ness Akan Turun ke Danau
Tiga Orang Tewas dalam...
Tiga Orang Tewas dalam Serangan Penikaman di Glasgow Skotlandia
Polisi Tembak Mati Pelaku...
Polisi Tembak Mati Pelaku Penikaman di Glasgow
Hubungan Panas-Dingin...
Hubungan 'Panas-Dingin' Sejak Lama, Inggris-Skotlandia Pecah
Polisi Sebut Aksi Penikaman...
Polisi Sebut Aksi Penikaman di Glasgow Bukan Terorisme
Kulit Remaja Ini Menguning...
Kulit Remaja Ini Menguning Gara-Gara Terlalu Banyak Makan Wortel
Berita Terkini
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
1 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
1 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
2 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
3 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
5 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved