Hubungan 'Panas-Dingin' Sejak Lama, Inggris-Skotlandia Pecah

Kamis, 30 Juli 2020 - 10:13 WIB
loading...
Hubungan Panas-Dingin...
Sejarah mencatat, hubungan Skotlandia dan Inggris panas dingin. Bukan hanya saat ini, tetapi dulu pun demikian. Foto/dok
A A A
LONDON - Sejarah mencatat, hubungan Skotlandia dan Inggris panas dingin. Bukan hanya saat ini, tetapi dulu pun demikian. Raja Inggris dan Skotlandia berulang kali terjebak dalam beberapa perang antara dua bangsa selama enam abad lamanya sejak 937–1575.

Perang antara Raja Edward I dengan tentara Skotlandia yang dipimpin William Wallace dan koleganya Andrew Murray pada 1297 dikenal dengan nama The Battle of Stirling. Perang yang dimenangkan Wallace itu tidak berlangsung lama karena pada 1298, Edward Longshanks mengalahkan tentara Skotlandia atau dikenal dengan Battle of Falkirk.

Kebangkitan nasionalisme Skotlandia muncul ketika Raja Roberth The Bruce mengalahkan tentara Edward II dalam pertemuan Battle of Bannockburn pada 1314. Perang antara Inggris dan Skotlandia berlanjut hingga 1603 ketika James VI dari Skotlandia naik takhta Kerajaan Inggris menjadi James I. Tapi, kedua negara itu sesungguh bisa bersatu hingga 1706–1707 ketika parlemen kedua negara tersebut meratifikasi Act of Union.

Namun, nasionalisme Skotlandia kembali bangkit dan mencapai puncaknya saat Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Perpecahan Inggris dari UE dianggap berbuah karma dengan perpecahan Inggris dan Skotlandia semakin dirasakan. Tren dan sentimen Skotlandia menginginkan kemerdekaan serta menjadi republik kembali menguat. Apalagi kedua pihak juga memiliki banyak perbedaan kebijakan terutama dalam menangani pandemi korona dan krisis ekonomi. (Baca: Inggris Melatih Mata-mata dari Arab Saudi, Mesir dan UEA)

Nasionalisme Skotlandia juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir dan menyebar ke beberapa bagian penjuru wilayah. Itu termasuk ke kawasan selama ini menjadi basis mereka yang berpihak pada Inggris. Kemerdekaan menjadi solusi terbaik untuk mengelola pemerintahan lebih baik dan terarah sehingga tidak mengekor ke London.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
AS, Inggris, dan Israel...
AS, Inggris, dan Israel Bombardir Yaman, Perang Baru Pecah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved