Beijing: Kapal Perang AS Langgar Kedaulatan China di Laut China Selatan

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 03:53 WIB
Beijing: Kapal Perang...
Beijing: Kapal Perang AS Langgar Kedaulatan China di Laut China Selatan
A A A
BEIJING - Kapal perang Amerika Serikat (AS) tipe perusak, USS John S. McCain, yang berlayar mendekati pulau yang diklaim Beijing Laut China Selatan, telah melanggar kedaulatan China. Pernyataan ini disampaikan Kementerian Luar Negeri China yang memprotes navigasi kapal Washington di kawasan sengketa itu.

Kementerian itu mengatakan, kapal perusak USS John S. McCain juga melanggar hukum internasional dan membahayakan keamanan nasional Beijing.

”Tindakan (kapal) perusak AS telah melanggar hukum China dan (hukum) internasional, dan juga merugikan kedaulatan dan keamanan China,” kata juru bicara kementerian tersebut, Geng Shuang, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat (11/8/2017).

”China sangat tidak senang dengan ini dan akan memunculkan masalah ini dengan pihak AS,” lanjut Geng Shuang.

Baca: Kapal Perusak AS Menantang China atas Klaim Laut China Selatan

Menurut kementerian tersebut, tindakan kapal USS John S. McCain yang oleh AS diklaim sebagai misi "kebebasan navigasi" dilakukan tanpa izin dari Beijing. ”Yang memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas Kepulauan Nansha (Spratley) dan perairan sekitarnya,” imbuh pernyataan Geng Shuang.

”Tentara China segera mengirim kapal perang (ke daerah) terkait dengan hukum untuk menerapkan identifikasi kapal AS dan memperingatkannya.”

Beijing juga mendesak Washington untuk menghormati upaya bersama negara-negara regional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan.

”Aksi AS juga memaksa pihak China untuk mengambil tindakan untuk lebih meningkatkan kemampuan pertahanan nasional,” papar kementerian itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal perang AS tipe perusak USS John S. McCain berlayar dalam jarak 12 mil dari Mischief Reef, Kepulauan Spratly, wilayah yang sengketa di Laut Cina Selatan. Navigasi itu merupakan misi ketiga AS sejak dipimpin Donald Trump dengan tujuan untuk menantang klaim China atas wilayah tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
3 menit yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
1 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
2 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
3 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
4 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
4 jam yang lalu
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved