Israel Ancang-ancang Tutup Al Jazeera dan Melarang Wartawannya

Senin, 07 Agustus 2017 - 08:22 WIB
Israel Ancang-ancang...
Israel Ancang-ancang Tutup Al Jazeera dan Melarang Wartawannya
A A A
TEL AVIV - Israel berancang-ancang untuk menutup kantor berita Qatar, Al Jazeera, yang beroperasi di negara tersebut. Wartawan media itu juga akan dilarang berada di Israel.

Langkah persiapan penutupan Al Jazeera diumumkan Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara dalam konferensi pers semalam. Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berdalih, media tersebut memberikan dukungan terorisme.

“Kami akan menetapkan langkah-langkah untuk menggambarkan perang kita melawan terorisme, tentang Islam radikal dan solidaritas kita dengan dunia Arab yang waras,” kata Kara, seperti dikutip Jerusalem Online, Senin (7/8/2017).

Belum jelas kapan penutupan kantor media yang juga dimusuhi Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya itu, dilakukan. Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah mengajukan belasan tuntutan terhadap Qatar setelah memutuskan hubungan diplomatik. Belasan tuntutan sebagai syarat diakhirinya blokade terhadap Doha itu, salah satunya tuntutan untuk menutup media Qatar tersebut.

”Kami telah mendasarkan keputusan kami untuk beralih ke negara-negara Arab Sunni untuk menutup kantor Al Jazeera dan melarang pekerjaan mereka,” kata Kara. Dia menambahkan, saluran tersebut digunakan oleh kelompok-kelompok penghasut kekerasan.

Kara berharap Knesset (parlemen Israel) untuk mempertimbangkan permintaan pemerintah itu dalam sesi yang akan datang.

”Saya akan melalui mekanisme legislasi untuk menciptakan wewenang dimana saya dapat bertindak dengan bebas, kami akan berusaha untuk mengakhirinya secepat mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, jaringan media yang berbasis di Doha mengecam tindakan dari sebuah negara yang mengklaim sebagai ”satu-satunya negara paling demokratis di Timur Tengah”.

Al Jazeera menekankan akan mengamati perkembangan yang mungkin terjadi dari keputusan Israel, dan akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk melakukannya,” bunyi pernyataan kantor media tersebut.

Media ini membantah tuduhan bahwa liputan tentang kerusuhan di Masjid Al-Aqsa tidak profesional. ”Al Jazeera akan terus meliput kejadian-kejadian wilayah Palestina yang diduduki secara profesional dan akurat, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh badan-badan internasional, seperti Kantor Komunikasi Inggris (Ofcom).”
(mas)
Berita Terkait
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Arab Saudi Kutuk Keras...
Arab Saudi Kutuk Keras Agresi Israel di Wilayah Palestina
Arab Saudi Kecam Keputusan...
Arab Saudi Kecam Keputusan Israel Bangun 800 Unit Permukiman Baru
Israel Intensifkan Pencaplokan...
Israel Intensifkan Pencaplokan Tepi Barat, Arab Saudi Marah Besar!
Apakah Arab Saudi Membantu...
Apakah Arab Saudi Membantu Palestina? Berikut Penjelasannya
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Arab Saudi: Kerajaan Akan Akui Negara Israel Jika....
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
49 menit yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
58 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved