PM Netanyahu: Israel-China Berhubungan Khusus, Perilaku UE 'Gila'

Kamis, 20 Juli 2017 - 11:22 WIB
PM Netanyahu: Israel-China...
PM Netanyahu: Israel-China Berhubungan Khusus, Perilaku UE 'Gila'
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa Israel dan China menjalin hubungan khusus. Dia juga menuduh perilaku Uni Eropa (UE) “gila” terkait dengan proses pedamaian Israel dengan Palestina.

Komentar Netanyahu itu muncul dalam sebuah pertemuan tertutup dengan PM Hungaria, Republik Ceko dan Slowakia di Budapest pada hari Rabu. Pernyataan itu sebenarnya tidak ditujukan kepada wartawan, tapi gara-gara blunder mikrofon, komentar terdengar keras ke wartawan di luar kantor pertemuan.

“Israel memiliki hubungan khusus dengan China,” kata Netanyahu. Menurutnya, Tel Aviv tertarik menjalin hubungan khusus dengan Beijing karena China tidak peduli dengan isu-isu politik.

Baca juga: Israel Akui Serang Wilayah Suriah Puluhan Kali

Dalam pertemuan tertutup itu, Netanyahu terang-terangan mengkritik keras UE yang dia sebut berperilaku “gila”.

”Uni Eropa adalah satu-satunya asosiasi negara-negara di dunia yang memprihatinkan hubungannya dengan Israel—yang menghasilkan teknologi—dan di setiap bidang, pada kondisi politik. Satu-satunya! Tidak ada yang melakukannya (selain UE),” kata Netanyahu.

”Ini gila. Ini benar-benar gila,” lanjut dia, mengacu pada desakan Brussels kepada Tel Aviv untuk memenuhi persyaratan tertentu yang berkaitan dengan proses perdamaian antara Israel dengan Palestina.

”Ini bukan tentang minat saya. Saya sedang berbicara tentang kepentingan Eropa,” imbuh Netanyahu, seperti dikutip dari Haaretz, Kamis (20/7/2017).

PM Israel itu melanjutkan dengan mengulangi penegasannya bahwa dia yakin tidak ada logika dalam perilaku UE.

”Uni Eropa merongrong keamanannya dengan merusak Israel. Eropa merubuhkan kemajuannya dengan merusak hubungannya dengan inovasi Israel dengan usaha gila untuk menciptakan kondisi,” papar Netanyahu.

Pada pertemuan tersebut, PM Hungaria Viktor Orban—yang telah beseteru dengan Brussels dalam sejumlah isu, termasuk keputusannya untuk membangun pagar kawat berduri untuk mencegah pengungsi masuk ke negaranya—mendukung komentar Netanyahu.

Lebih lanjut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel adalah bagian dari budaya Eropa. Dia juga mencatat bahwa Israel berhasil memiliki hubungan dengan negara-negara Arab.

”Orang-orang Arab berbicara dengan kita. Mereka berbicara dengan kita tentang teknologi dan semua yang kita bicarakan di sini,” papar Netanyahu.
(mas)
Berita Terkait
UE: China Coba Pecah...
UE: China Coba Pecah UE dan Berkuasa di Eropa
Kecil Kemungkinan UE...
Kecil Kemungkinan UE Ambil Tindakan Keras atas Rencana Aneksasi Israel
Bank-bank di Israel...
Bank-bank di Israel Diminta Mengabaikan Sanksi Uni Eropa
Uni Eropa Tawarkan Bantuan...
Uni Eropa Tawarkan Bantuan untuk Pemilu Palestina
Uni Eropa Kecam Larangan...
Uni Eropa Kecam Larangan Israel terhadap UNRWA
Pukul Israel dengan...
Pukul Israel dengan Sanksi, Negara Eropa Ini Boikot Barang hingga Ancam Setop Perdagangan
Berita Terkini
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
13 menit yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
51 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
2 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved