Bom Guncang Pusat Perbelanjaan Bogota, 3 Tewas dan 9 Terluka

Minggu, 18 Juni 2017 - 09:19 WIB
Bom Guncang Pusat Perbelanjaan...
Bom Guncang Pusat Perbelanjaan Bogota, 3 Tewas dan 9 Terluka
A A A
BOGOTA - Sebuah bom meledak di sebuah kamar kecil pusat perbelanjaan elit yang ramai di ibu kota Kolombia, Bogota. Akibatnya, tiga orang wanita tewas dan sembilannya terluka.

Pusat perbelanjaan Andino yang berada di di area elit Bogota dievakuasi setelah ledakan terjadi sekitar pukul 5 sore waktu setempat di toilet wanita. Saat itu, pusat komersial Andino dipenuhi oleh orang-orang yang akan membeli hadiah jelang perayaan Hari Ayah pada hari Minggu.

Polisi mengatakan perangkat itu ditempatkan di toilet yang berada di lantai dua. Walikota Bogota Enrique Penalosa mencela serangan tersebut.

"Serangan teroris pengecut di Andino ini benar-benar menyakitkan saya," katanya di Twitter seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/6/2017).

Salah seorang korban adalah seorang wanita Prancis berusia 23 tahun yang telah menjadi relawan di daerah miskin di kota tersebut, katanya kepada wartawan.

Jalan-jalan di sekitar pusat perbelanjaan ditutup dan sejumlah bangunan dievakuasi oleh polisi saat ambulans meluncur ke tempat kejadian. Petugas keamanan mencoba untuk mencari pelaku yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Pasukan spesialis bom menyisir area tersebut dalam pencarian perangkat tambahan.

Foto-foto di media sosial menunjukkan seorang wanita merosot ke dinding dengan genangan darah di sekelilingnya dan apa yang tampak seperti pecahan logam yang menusuk punggungnya. Di depannya ada wanita lain dengan kakinya terkoyak di atas lutut.

Gambar lain menunjukkan bilik toilet yang hancur dengan percikan darah di gagang pintu dan puing-puing bertebaran di lantai.

Presiden Juan Manuel Santos telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Keamanan telah membaik di Bogota dalam sedekade terakhir karena polisi dan militer meningkatkan pengawasan dan menempatkan lebih banyak pejabat bersenjata di jalanan. Pada suatu waktu semua tas diperiksa di pintu masuk ke mal, tapi itu telah sangat berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

Anjing pelacak masih memeriksa mobil di fasilitas parkir di ibu kota.

Sebuah kesepakatan damai yang ditandatangani tahun lalu dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), kelompok gerilya terbesar di negara itu, meningkatkan kepercayaan jika serangan bom mungkin akan berhenti.

Kelompok pemberontak terbesar kedua di negara itu, Tentara Pembebasan Nasional, atau ELN, pada bulan Februari meledakkan bom di Bogota yang melukai puluhan polisi.

Pihak berwenang mengatakan telah ada ancaman serangan di Bogota oleh apa yang disebut Gulf Clan, sekelompok mantan pejuang paramiliter sayap kanan yang mengundurkan diri.
(ian)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Berebut Perdagangan Narkoba, 23 Tewas
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
2 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
4 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
4 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
5 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
6 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved