Korsel Sebut Jong-un Bersembunyi Takut Dihabisi Pasukan Elit AS

Jum'at, 16 Juni 2017 - 14:29 WIB
Korsel Sebut Jong-un...
Korsel Sebut Jong-un Bersembunyi Takut Dihabisi Pasukan Elit AS
A A A
SEOUL - Badan intelijen Korea Selatan (Korsel), NIS, mengatakan Washington dan Seoul sedang mencoba membentuk tim pasukan khusus untuk mengambil alih kepemimpinan Pyongyang. Hal ini membuat pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, bersembunyi ketahukan dengan operasi pembunuhan oleh pasukan elit itu.

NIS menyatakan diktator muda itu disebut lebih senang bergerak saat fajar dan menolak menggunakan mobil Mercedes-Benz 600-nya. Jong-un disebut bersembunyi di dalam kendaraan bawahannya.

Anggota parlemen Korsel, Lee Cheol-woo, yakin jika Jong-un sangat gugup mengenai rencana yang akan melumpuhkan pemerintahannya. "Jong-un sangat asyik dengan mengumpulkan informasi tentang 'operasi pemenggalan kepala' melalui agen intelijennya," katanya seperti dikutip dari Express, Jumat (16/6/2017).

Diktator muda itu bahkan telah mengurangi penampilan propagandanya dengan jumlah yang signifikan. "Jumlah aktivitas publik Kim Jong-un adalah 51, turun 32 persen dari tahun lalu," kata Cheol-woo.

NIS juga mengungkapkan bahwa pesawat tak berawak Korut, yang ditemukan minggu lalu, telah mengambil 551 gambar termasuk peluncur Terminal Altitude Area Defense (THAAD) yang ada di Korsel.

NIS juga mengatakan bahwa total enam warga Korsel saat ini ditahan . Korut. Sebagian besar ditangkap karena terlibat dalam kegiatan keagamaan atau membantu pembelot negara komunis itu.

Meskipun mengalami kesulitan ekonomi, negara tertutup tersebut telah berulang kali mencela PBB dan sanksi internasional dengan melakukan uji coba rudal balistik jarak jauh. Peluncuran roket Hwasong-12 bulan lalu diyakini memiliki kemampuan mencapai daratan AS.

"Korut memasok sebagian besar oli ke tempat-tempat khusus. Karena itu, harga minyak rumah tangga telah meningkat pesat," kata NIS.

"Harga minyak telah ditetapkan sekitar 6.000 won per kilogram. Harga meningkat menjadi 20.000 won pada bulan Mei dan mencapai sekitar 15.000 won saat ini," tambah NIS.

Dalam beberapa pekan terakhir, seorang ahli AS mengklaim bahwa Kim Jong-un hanya satu langkah dari upaya mengembangkan rudal balistik antar benua (ICBM). Langkah ini menjadi perhatian besar kepala pertahanan rudal AS.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
27 menit yang lalu
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
1 jam yang lalu
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
1 jam yang lalu
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
2 jam yang lalu
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
3 jam yang lalu
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved