Saudi Cs dan Qatar Perang Diplomatik, Israel Senang

Selasa, 06 Juni 2017 - 07:50 WIB
Saudi Cs dan Qatar Perang...
Saudi Cs dan Qatar Perang Diplomatik, Israel Senang
A A A
DOHA - Perang diplomatik yang berujung pada pemutusan hubungan diplomatik antara Qatar dengan Arab Saudi dan negara-negara koalisi Arab lainnya membuat Israel senang. Israel memuji tindakan negara-negara Koalisi Arab tersebut.

Tujuh negara, yakni Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman dan Libya secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Alasannya, Doha dituding mendukung terorisme, ikut campur urusan dalam negeri Bahrain, dan mengacaukan kawasan di tengah konflik sektarian yang mendalam.

Pujian Israel untuk Saudi dan negara-negara Koalisi Arab itu disampaikan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.

Setelah hubungan diplomatik diputus, Qatar juga didepak dari Koalisi Arab yang melakukan agresi di Yaman untuk memerangi kelompok Houthi. Koalisi Arab resmi melarang pasukan Qatar bergabung dengan pasukan mereka. Negara-negara koalisi Arab juga memberikan batas waktu beberapa hari bagi warga Qatar untuk meninggalkan negara mereka.

“Krisis ini bukan karena Israel, bukan karena orang Yahudi, bukan karena Zionisme,” ucap Lieberman. ”Tapi karena ketakutan akan terorisme,” lanjut Lieberman kepada pleno Knesset (parlemen Israel), seperti dikutip dari Times of Israel, Selasa (6/6/2017).

”Tidak ada keraguan bahwa ini membuka banyak kemungkinan untuk berkolaborasi dalam perang melawan teror,” lanjut Lieberman yang menegaskan komentarnya sebagai tanggapan resmi pemerintah Israel.

Israel selama ini dilaporkan memelihara kerjasama keamanan secara rahasia dengan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Kerjasama diam-diam untuk melawan Iran yang selama ini mengumbar retorika ancaman untuk melenyapkan negara Yahudi itu.

Qatar sebelumnya telah menyatakan keterbukaannya untuk mempertahankan hubungan dagang dengan Israel dan telah menjadi tuan rumah pejabat Israel. Namun, negara tersebut juga menjadi tuan rumah pejabat tinggi kelompok Hamas, salah satu musuh bebuyutan Israel. Pada hari Minggu lalu, sebuah laporan mengindikasikan bahwa Doha akan meminta beberapa pemimpin Hamas pergi, dengan alasan ”tekanan eksternal”.

Pemerintah Qatar sendiri sudah menyangkal tuduhan negara-negara koalisi Arab bahwa Doha mendukung terorisme. Qatar merasa menjadi korban kampanye kebohongan dan rekayasa.

”Kampanye hasutan didasarkan pada kebohongan yang telah mencapai tingkat rekayasa yang lengkap,” kata Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan, kemarin.

Sebagai anggota Dewan Kerjasama Teluk, kata kementerian itu, Qatar berkomitmen terhadap piagam Dewan Kerjasama Teluk yang berisi penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara lain dan tidak ikut campur dalam urusan mereka.
(mas)
Berita Terkait
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Email Epstein Kaitkannya...
Email Epstein Kaitkannya dengan Strategi Israel-UEA Targetkan Qatar
Jenderal Polisi Dubai...
Jenderal Polisi Dubai Serukan Invasi Qatar dan Normalisasi dengan Israel
3 Negara Arab Investasi...
3 Negara Arab Investasi di Perusahaan-perusahaan Terkait Industri Pertahanan Israel
Iran Lumpuhkan Produksi...
Iran Lumpuhkan Produksi Migas Israel, Qatar hingga Arab Saudi
5 Alasan Negara-negara...
5 Alasan Negara-negara Arab Sulit Bersatu Melawan Israel
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
4 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
6 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
7 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
8 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved