PBB Sebut Warga Mosul dalam Bahaya Serius
Senin, 29 Mei 2017 - 01:27 WIB
PBB Sebut Warga Mosul dalam Bahaya Serius
A
A
A
BAGHDAD - Warga sipil menjadi korban yang terpukul paling keras karena serangan militer Irak ke Mosul memasuki tahap akhir. Hal itu dikatakan oleh koordinator bantuan kemanusiaan PBB di negara tersebut.
Lise Grande mengatakan penduduk Mosul berada dalam bahaya besar karena ISIS secara langsung menargetkan keluarga yang mencoba melarikan diri dari kota itu. Sementara di sisi lain banyak orang di kota itu sudah menghadapi kekurangan air dan listrik.
Ratusan ribu warga sipil telah meninggalkan kota utara tersebut sejak serangan tersebut dilancarkan pada Oktober tahun lalu. Grande mengatakan bahwa bagian selanjutnya dari serangan tersebut akan menjadi yang paling sulit.
"Warga sipil akan berada pada risiko paling ekstrem yang mereka alami selama kampanye berlangsung," katanya seperti dikutip dari BBC, Senin (29/5/2017).
"Kami tahu ISIS secara langsung menargetkan keluarga karena mereka mencoba melarikan diri, kami tahu bahwa persediaan makanan dan obat-obatan sangat terbatas, kami tahu bahwa ada kekurangan air dan listrik yang parah. Semua bukti menunjukkan fakta bahwa warga sipil yang terjebak di lingkungan dan distrik ini berada dalam bahaya besar," jelasnya.
Pasukan Irak mengatakan mereka melakukan serangan baru terhadap IS di Mosul pada hari Sabtu. Pasukan mengatakan bahwa mereka mengalami kemajuan dalam beberapa jam saat mereka mencoba mengusir militan dari benteng-benteng terakhir yang masih mereka kendalikan di Kota Tua Mosul.
Pemerintah mengumumkan penangkapan kembali Mosul timur pada bulan Januari namun pertarungan untuk kontrol penuh terhadap bagian barat berlanjut. Awal bulan ini, pejabat koalisi memperkirakan jumlah militan di Mosul kurang dari 1.000 dibandingkan dengan 3.500 sampai 6.000 militan di dan sekitar kota sebelum serangan dimulai pada Oktober lalu.
PBB mengatakan bahwa pertempuran tersebut telah menyebabkan lebih dari 8.000 warga sipil tewas atau terluka, namun jumlah tersebut hanya terdiri dari orang-orang yang dipindahkan ke fasilitas medis.
Lebih dari 580 ribu warga sipil juga telah mengungsi akibat pertempuran tersebut, di antaranya 419 ribu orang dari Mosul barat, kata pihak berwenang Irak.
Lise Grande mengatakan penduduk Mosul berada dalam bahaya besar karena ISIS secara langsung menargetkan keluarga yang mencoba melarikan diri dari kota itu. Sementara di sisi lain banyak orang di kota itu sudah menghadapi kekurangan air dan listrik.
Ratusan ribu warga sipil telah meninggalkan kota utara tersebut sejak serangan tersebut dilancarkan pada Oktober tahun lalu. Grande mengatakan bahwa bagian selanjutnya dari serangan tersebut akan menjadi yang paling sulit.
"Warga sipil akan berada pada risiko paling ekstrem yang mereka alami selama kampanye berlangsung," katanya seperti dikutip dari BBC, Senin (29/5/2017).
"Kami tahu ISIS secara langsung menargetkan keluarga karena mereka mencoba melarikan diri, kami tahu bahwa persediaan makanan dan obat-obatan sangat terbatas, kami tahu bahwa ada kekurangan air dan listrik yang parah. Semua bukti menunjukkan fakta bahwa warga sipil yang terjebak di lingkungan dan distrik ini berada dalam bahaya besar," jelasnya.
Pasukan Irak mengatakan mereka melakukan serangan baru terhadap IS di Mosul pada hari Sabtu. Pasukan mengatakan bahwa mereka mengalami kemajuan dalam beberapa jam saat mereka mencoba mengusir militan dari benteng-benteng terakhir yang masih mereka kendalikan di Kota Tua Mosul.
Pemerintah mengumumkan penangkapan kembali Mosul timur pada bulan Januari namun pertarungan untuk kontrol penuh terhadap bagian barat berlanjut. Awal bulan ini, pejabat koalisi memperkirakan jumlah militan di Mosul kurang dari 1.000 dibandingkan dengan 3.500 sampai 6.000 militan di dan sekitar kota sebelum serangan dimulai pada Oktober lalu.
PBB mengatakan bahwa pertempuran tersebut telah menyebabkan lebih dari 8.000 warga sipil tewas atau terluka, namun jumlah tersebut hanya terdiri dari orang-orang yang dipindahkan ke fasilitas medis.
Lebih dari 580 ribu warga sipil juga telah mengungsi akibat pertempuran tersebut, di antaranya 419 ribu orang dari Mosul barat, kata pihak berwenang Irak.
(ian)