Duterte: China Ancam Perang di Laut China Selatan

Sabtu, 20 Mei 2017 - 07:22 WIB
Duterte: China Ancam...
Duterte: China Ancam Perang di Laut China Selatan
A A A
DAVAO - China mengancam perang melawan Filipina jika Manila menuntut klaim pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan dan melakukan pengeboran minyak di kawasan tersebut. Ancaman China itu diungkap Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Komentar Duterte itu disampaikan dalam pidato di acara “National Convention of the Philippine Coast Guard Auxiliary” di Davao, hari Jumat. Duterte masih ingat percakapannya dengan Presiden China Xi Jinping pada hari Senin perihal sengketa kawasan Laut China Selatan.

”Saya benar-benar berkata, 'Ini milik kami. Saya ingin Anda mendengarkannya sebentar’. Saya berkata, 'Xi Jinping, saya akan bersikeras bahwa itu milik kami dan saya akan mengebor minyak di sana’,” kata Duterte menirukan percakapannya dengan Jinping di depan publik Filipina.

Namun, kata Duterte, Pemimpin China itu justru akan perang habis-habisan jika pengeboran minyak nekat dilakukan pihak Manila.

”(Xi Jinping) menjawab saya, 'Kami berteman. Kami tidak ingin bertengkar dengan Anda. Kami ingin mempertahankan hubungan hangat saat ini. Tapi jika Anda memaksakan masalah ini, kita akan berperang’,” ujar Duterte menirukan jawaban Jinping, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (20/5/2017).

”Apa lagi yang bisa saya katakan?,” imbuh Duterte. Pemimpin Filipina itu diduga menuntut klaim pulau-pulau sengketa yang dimenangkan Manila dalam pengadilan Arbitrasi Internasional di Den Hag pada Juli 2016. Putusan pengadilan itu ditolak China dengan merasa bahwa Beijing memiliki klaim historis atas kawasan Laut China Selatan.

Menurut Duterte jika harus berperang, Filipina tidak gentar. Namun, dia mengakui keunggulan militer China saat ini akan mengubah konflik menjadi pembantaian dan akan menghancurkan segalanya di Laut China Selatan.

Kawasan yang kaya sumber energi itu tak hanya diklaim oleh China dan Filipina. Malaysia, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim yang saling tumpang tindih.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Filipina: Dunia Dukung...
Filipina: Dunia Dukung Kami, China Sendirian
Sejarah Konflik China-Filipina...
Sejarah Konflik China-Filipina dalam Sengketa Laut China Selatan
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
23 menit yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
1 jam yang lalu
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
2 jam yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
3 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
3 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved