Jokowi Disambut Sekaligus Didemo Para TKI di Hong Kong

Senin, 01 Mei 2017 - 10:55 WIB
Jokowi Disambut Sekaligus...
Jokowi Disambut Sekaligus Didemo Para TKI di Hong Kong
A A A
HONG KONG - Lawatan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) disambut sekaligus didemo para tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong, kemarin. Kunjungan Jokowi ini juga jadi pemberitaan utama media Hong Kong.

Ada sekitar 170.000 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Hong Kong. Banyak di antaranya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tak sedikit dari mereka khawatir dengan maraknya eksploitasi setelah serangkaian kasus pelecehan yang dialami para TKI.

Dalam suasana konser musik rock, Presiden Joko disambut dengan musik dan tarian yang meriah di Asia World Expo.

Kerumunan para WNI yang lebih dari 5.000 orang, terutama wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, mengaku senang bertemu dengan pemimpin Indonesia ini. Tapi, mereka juga minta Jokowi membantu memberikan perlindungan.

”Saya harap Presiden bisa membuat tempat kerja kami aman,” kata Miasih, seorang TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong kepada AFP, yang dilansir Senin (1/5/2017). Dia mengaku sang majikan mempekerjakannya di dua apartemen.

Selain disambut, Jokowi juga didemo para TKI yang berkumpul di luar kantor Konsulat Indonesia. Mereka menuntut hak buruh migran yang lebih baik.

Para demonstran mengkritik Jokowi karena gagal menangani kondisi para pekerja. ”Kami sudah terisolasi karena cara kami bekerja dan di mana kami berada, tapi pemerintah, bahkan ketika mereka berada di depan kami tidak menganggap suara kami penting,” kata mantan pekerja rumah tangga Eni Lestari, yang sekarang menjadi ketua Aliansi Migran Internasional.

Ada lebih dari 300.000 pembantu rumah tangga di Hong Kong. Kebanyakan berasal dari Filipina dan Indonesia.

Sementara itu, Jokowi dalam kunjungan dua hari di Hong Kong melakukan pertemuan para pemimpin bisnis di kota itu. Jokowi dalam pidatonya tidak menanggapi masalah yang disuarakan para TKI. Sebaliknya, dia memuji ekonomi dan keragaman Indonesia.

”Jangan biarkan hal-hal kecil menimbulkan gesekan, bentrokan, perpecahan,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Hong Kong Larang Masuk...
Hong Kong Larang Masuk Penerbangan dari Indonesia
Disiksa Majikan di Hong...
Disiksa Majikan di Hong Kong, TKW Indonesia Menangkan Kompensasi Rp1,6 Miliar
Banjir Bandang Landa...
Banjir Bandang Landa Hong Kong, 1 WNI Tewas
Listyowati Napiter Perempuan...
Listyowati Napiter Perempuan Mantan TKI Hong Kong Bebas Bersyarat
Mantan Loper Koran ini...
Mantan Loper Koran ini Sukses Berbisnis di Hong Kong, Jadi Inspirasi para TKI
Dua Legislator Pro Demokrasi...
Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
4 menit yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
29 menit yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
2 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
2 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved