Bukan Ancaman, Rudal Korut Meledak Sesaat Setelah Diluncurkan
Sabtu, 29 April 2017 - 06:27 WIB
Bukan Ancaman, Rudal Korut Meledak Sesaat Setelah Diluncurkan
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka telah melacak peluncuran rudal balistik Korea Utara (Korut). Namun, rudal tersebut tidak meninggalkan wilayah Korut dan tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Utara.
Juru bicara Komando Pasifik AS, Komandan Dave Benham mengatakan rudal tersebut diluncurkan dari dekat lapang terbang Pukchang seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (29/4/2017).
Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan rudal itu kemungkinan adalah rudal jarak menengah yang dikenal sebagai KN-17. Tampaknya rudal tersebut telah meledak beberapa menit setelah lepas landas.
Uji coba tersebut tampaknya menjadi sinyal rezim Pyongyang menentang kuat tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu utama negara itu, China. Pasalnya, Tes tersebut dilakukan saat Sekretaris Negara AS Rex Tillerson memperingatkan PBB bahwa kegagalan untuk mengekang program rudal nuklir dan balistik Korut dapat menyebabkan 'konsekuensi bencana'.
Uji coba rudal ini merupakan yang ke-75 kalinya dilakukan oleh rezim Kim Jong-un. Uji coba ini menggarisbawahi tekad Jong-un untuk membuat kemajuan teknis dalam program senjata dan pembangkangannya di tengah tekanan internasional.
Juru bicara Komando Pasifik AS, Komandan Dave Benham mengatakan rudal tersebut diluncurkan dari dekat lapang terbang Pukchang seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (29/4/2017).
Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan rudal itu kemungkinan adalah rudal jarak menengah yang dikenal sebagai KN-17. Tampaknya rudal tersebut telah meledak beberapa menit setelah lepas landas.
Uji coba tersebut tampaknya menjadi sinyal rezim Pyongyang menentang kuat tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu utama negara itu, China. Pasalnya, Tes tersebut dilakukan saat Sekretaris Negara AS Rex Tillerson memperingatkan PBB bahwa kegagalan untuk mengekang program rudal nuklir dan balistik Korut dapat menyebabkan 'konsekuensi bencana'.
Uji coba rudal ini merupakan yang ke-75 kalinya dilakukan oleh rezim Kim Jong-un. Uji coba ini menggarisbawahi tekad Jong-un untuk membuat kemajuan teknis dalam program senjata dan pembangkangannya di tengah tekanan internasional.
(ian)