China Sambut Baik AS Bersedia Dialog dengan Korut

Kamis, 27 April 2017 - 23:12 WIB
China Sambut Baik AS...
China Sambut Baik AS Bersedia Dialog dengan Korut
A A A
BEIJING - China menyambut baik keinginan Amerika Serikat (AS) untuk berdialog dengan Korea Utara (Korut) terkait krisis nuklir dan rudal. Namun China menegaskan penolakannya terhadap keberadaan sistem anti rudal THAAD di Korea Selatan (Korsel).

Pemerintahan Trump mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk mendorong Korut melucuti program nuklir dan misilnya, yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, melalui sanksi internasional yang lebih ketat dan tekanan diplomatik.

"AS mencari stabilitas dan denuklirisasi damai di semenanjung Korea. Kami tetap terbuka terhadap negosiasi menuju tujuan tersebut, namun kami tetap siap untuk membela diri dan sekutu kami," kata pemerintah AS dalam sebuah pernyataan.

Baca juga:
Lucuti Nuklir Korut, AS Condong ke Opsi Sanksi Keras


Ditanya tentang pernyataan AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan bahwa China telah mencatat bahwa banyak pejabat AS baru-baru ini telah membuat ucapan seperti itu.

"Kami telah mencatat ungkapan-ungkapan ini, dan telah mencatat pesan yang disampaikan dalam ungkapan-ungkapan ini yang berharap dapat menyelesaikan masalah nuklir Korea secara damai melalui dialog dan konsultasi," katanya.

"Kami percaya pesan ini positif dan harus ditegaskan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/4/2017).

Sementara menanggapi niatan AS untuk mempercepat pengaktifan sistem anti rudal THAAD di Korsel, Kementerian Pertahanan China bersikeras menolak. Beijing mengatakan bahwa radar canggih dari sistem pertahanan rudal itu dapat menembus jauh ke dalam wilayahnya dan merusak keamanannya.

Korsel dan AS sepakat untuk melakukan tindakan cepat terhadap Korut jika terjadi provokasi lebih lanjut. Korsel telah memindahkan bagian-bagian dari sistem anti rudal THAAD ke lokasi penyebarannya di sebuah lapangan golf sekitar 250 km selatan ibukota Seoul, menandakan pemasangan sistem yang lebih cepat.

"Penyebaran sistem anti-rudal THAAD di Korsel merusak keseimbangan dan stabilitas strategis regional. Pihak China dengan tegas menentang hal ini," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Yang Yujun.

"Militer China akan terus melakukan latihan militer langsung dan menguji peralatan militer baru untuk menjamin keamanan dan keamanan regional dan perdamaian regional," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Jepang Segera Beli 400...
Jepang Segera Beli 400 Rudal Jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
Berita Terkini
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
18 menit yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
36 menit yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
1 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
3 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
4 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved