Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China

Sabtu, 18 April 2020 - 22:03 WIB
loading...
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Foto menunjukkan kapal berbendera Korut memindahkan batu bara dari kapal ke kapal dekat pelabuhan Lianyungang, China, dengan bantuan crane apung pada 20 Agustus 2019. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Delapan kapal Korea Utara (Korut) yang beberapa membawa muatan batubara illegal berlabuh di lepas pantai pelabuhan Ningbo Zhoushan, China, pada 10 Oktober tahun lalu.

Informasi itu terungkap dalam foto di laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Jumat (17/4).

Kejadian itu menunjukkan rendahnya penegakan sanksi PBB oleh China untuk menghalangi program nuklir Korut. Sesuai sanksi PBB, semua negara harus memeriksa kargo yang menuju dan datang dari Korut di wilayah mereka atau diangkut di kapal-kapal berbendera Korut.

Laporan tahunan untuk Dewan Keamanan PBB oleh pemantau sanksi independen itu menyatakan, “Korut terus melanggar resolusi dewan melalui ekspor komoditas melalui laut secara illegal, terutama batubara dan pasir pada 2019 yang membuat Pyongyang memperoleh dana ratusan juta dolar.”

Seorang diplomat Dewan Keamanan PBB menjelaskan, “China memiliki kemampuan menghentikan pelanggaran sanksi oleh Korut tapi memilih tidak menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB.”

“Menurut anggota Dewan Keamanan, kapal-kapal perang China menerima notifikasi secara langsung tentang sejumlah kapal yang masuk wilayah perairannya yang dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,” papar diplomat itu secara anonim.

Pelaksanaan sanksi oleh China sangat penting untuk memastikan efektivitasnya. Reuters pada Februari melaporkan, laporan pemantau sanksi menemukan Korut terus memperkuat program nuklir dan rudal tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved