Setahun, 1.300 Anggota ISIS Tewas Akibat Serangan Udara Inggris
Kamis, 20 April 2017 - 16:47 WIB
Setahun, 1.300 Anggota ISIS Tewas Akibat Serangan Udara Inggris
A
A
A
LONDON - Serangan udara Inggris di Irak telah membunuh lebih dari 1.300 pejuang Negara Islam (ISIS) dalam 12 bulan. Sebanyak 111 militan lainnya diyakini telah terluka sebagai akibat langsung dari tindakan tersebut.
Angka tersebut dikeluarkan setelah sebuah pertanyaan parlemen yang ditulis oleh pemimpin Liberal Demokrat, Tim Farron. Farron telah meminta kepada Kementerian Pertahanan jumlah militan ISIS yang telah terbunuh oleh pasukan Inggris di Irak mulai 2 Desember 2015 sampai 2 Desember 2016.
"Selama periode yang bersangkutan dinilai bahwa ada 111 musuh yang terluka dalam tindakan dan sebanyak 1.306 musuh tewas dalam tindakan akibat serangan udara Inggris," kata Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Mike Penning, seperti dikutip dari ITV, Kamis (20/1/2017).
"Inggris tidak dapat mengunjungi lokasi pemogokan dan melakukan investigasi terperinci di lapangan di Irak. Karena itu jumlah kombatan yang terbunuh dan atau terluka hanya diperkirakan angkanya," tambahnya.
Dalam beberapa bulan terakhir pesawat tempur angkatan udara Inggris (RAF) dan pesawat Reaper telah banyak terlibat dalam mendukung pasukan Irak dan Kurdi yang ingin membebaskan kota Mosul di Irak utara.
Angka tersebut dikeluarkan setelah sebuah pertanyaan parlemen yang ditulis oleh pemimpin Liberal Demokrat, Tim Farron. Farron telah meminta kepada Kementerian Pertahanan jumlah militan ISIS yang telah terbunuh oleh pasukan Inggris di Irak mulai 2 Desember 2015 sampai 2 Desember 2016.
"Selama periode yang bersangkutan dinilai bahwa ada 111 musuh yang terluka dalam tindakan dan sebanyak 1.306 musuh tewas dalam tindakan akibat serangan udara Inggris," kata Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Mike Penning, seperti dikutip dari ITV, Kamis (20/1/2017).
"Inggris tidak dapat mengunjungi lokasi pemogokan dan melakukan investigasi terperinci di lapangan di Irak. Karena itu jumlah kombatan yang terbunuh dan atau terluka hanya diperkirakan angkanya," tambahnya.
Dalam beberapa bulan terakhir pesawat tempur angkatan udara Inggris (RAF) dan pesawat Reaper telah banyak terlibat dalam mendukung pasukan Irak dan Kurdi yang ingin membebaskan kota Mosul di Irak utara.
(ian)