Gedung Putih Tuding Rusia Tutupi Serangan Senjata Kimia Suriah

Rabu, 12 April 2017 - 11:03 WIB
Gedung Putih Tuding...
Gedung Putih Tuding Rusia Tutupi Serangan Senjata Kimia Suriah
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump menuduh Rusia mencoba untuk melindungi pemerintah Suriah dari tudingan serangan gas mematikan. Serangan gas yang terjadi pada 4 April lalu itu menewaskan 87 orang, termasuk anak-anak.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan, pemerintah Assad telah melakukan serangan gas sarin pada 4 April kepada warga sipil di provinsi Idlib Suriah. Serangan itu dilakukan untuk menekan kemajuan kelompok pejuang di daerah.

Namun, Rusia membela pemimpin Suriah terhadap tuduhan AS itu dengan mengatakan tidak ada bukti. Rusia lantas menyalahkan kelompok pejuang Suriah.

"Sudah jelas bahwa Rusia sedang mencoba untuk menutupi apa yang terjadi di sana," kata seorang pejabat Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/4/2017).

Para pejabat Gedung Putih mengatakan Rusia telah sering menawarkan sejumlah laporan agresi pemerintah Suriah yang bertentangan, termasuk insiden di desa Khan Khan Sheikhoun. Ini dilakukan untuk menabur keraguan dalam komunitas internasional.

Data intelijen AS menunjukkan bahwa bahan kimia dalam serangan itu disebarkan oleh pesawat Su-22 Suriah yang lepas landas dari lapangan terbang Shayrat. Begitu laporan Gedung Putih yang diberikan kepada wartawan.

Dalam sebuah dokumen empat halaman, Gedung Putih berusaha untuk membantah banyak klaim Moskow tentang keadaan serangan. Dikatakan pesawat Suriah berada di sekitar Khan Sheikhoun sekitar 20 menit sebelum serangan itu dan meninggalkan tak lama sesudahnya.

"Selain itu, informasi kami menunjukkan seseorang yang mempunyai sejarah terkait dengan program senjata kimia Suriah berada di lapangan terbang Shayrat pada akhir Maret dalam membuat persiapan untuk serangan mendatang di Suriah utara, dan mereka hadir di lapangan udara pada hari serangan itu," bunyi laporan tersebut.

Washington menginginkan Rusia untuk berhenti mendukung Assad, yang telah beperang selama enam tahun melawan kelompok pejuang Muslim, dan juga dengan dukungan dari Iran.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved