Kolombia Akhiri Pencarian Korban Banjir, Total 314 Tewas
Sabtu, 08 April 2017 - 13:38 WIB
Kolombia Akhiri Pencarian Korban Banjir, Total 314 Tewas
A
A
A
BOGOTA - Pejabat Kolombia secara resmi mengakhiri pencarian korban banjir di Mocoa yang menewaskan sedikitnya 314 jiwa. Pencarian dihentikan meskipun 106 orang masih dinyatakan hilang.
Para pekerja tanggap darurat akan beralih ke penggalian jalan dan bangunan, menyalurkan bantuan dan mencoba menghindari wabah epidemi di kota itu. Sudah seminggu wilayah tersebut tidak mendapatkan air bersih dan listrik seperti dikutip dari NBC News, Sabtu (8/4/2017).
"Tanpa kondisi yang merugikan, seseorang bisa bertahan lama, tetapi dengan jumlah lumpur dan batu di Mocoa, yang sangat sulit. Saya akan mengatakan bahwa yang hilang telah tewas," kata relawan pemadam kebakaran Manuel Infante.
Menteri Pertahanan Luis Carlos Villegas mengatakan akan membutuhkan satu generasi untuk mengembalikan kota sepenuhnya. Ia mengatakan korban hilang bisa di rumah sakit di kota-kota lain, hilang tanpa kontak telepon, atau tewas di bawah lumpur dan puing-puing.
Sedangkan direktur jenderal badan anti bencana nasional, Carlos Ivan Marquez, mengatakan pekerja darurat akan mulai menggunakan alat berat.
Banjir dan tanah longsor di Mocoa terjadi setelah hujan deras turun semalaman di wilayah tersebut. Akibatnya sungai-sungai meluap dan membanjiri rumah-rumah penduduk dengan lumpur di provinsi Putumayo.
Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos menyebut perubahan iklim sebagai penyebab terjadinya bencana. Ia mengatakan kota di provinsi Putumayo telah menerima sepertiga dari hujan bulanan dalam satu malam, menyebabkan sungai-sungai meluap. Santos mendesak Kolombia untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap banjir dan hujan yang terus menerus.
Para pekerja tanggap darurat akan beralih ke penggalian jalan dan bangunan, menyalurkan bantuan dan mencoba menghindari wabah epidemi di kota itu. Sudah seminggu wilayah tersebut tidak mendapatkan air bersih dan listrik seperti dikutip dari NBC News, Sabtu (8/4/2017).
"Tanpa kondisi yang merugikan, seseorang bisa bertahan lama, tetapi dengan jumlah lumpur dan batu di Mocoa, yang sangat sulit. Saya akan mengatakan bahwa yang hilang telah tewas," kata relawan pemadam kebakaran Manuel Infante.
Menteri Pertahanan Luis Carlos Villegas mengatakan akan membutuhkan satu generasi untuk mengembalikan kota sepenuhnya. Ia mengatakan korban hilang bisa di rumah sakit di kota-kota lain, hilang tanpa kontak telepon, atau tewas di bawah lumpur dan puing-puing.
Sedangkan direktur jenderal badan anti bencana nasional, Carlos Ivan Marquez, mengatakan pekerja darurat akan mulai menggunakan alat berat.
Banjir dan tanah longsor di Mocoa terjadi setelah hujan deras turun semalaman di wilayah tersebut. Akibatnya sungai-sungai meluap dan membanjiri rumah-rumah penduduk dengan lumpur di provinsi Putumayo.
Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos menyebut perubahan iklim sebagai penyebab terjadinya bencana. Ia mengatakan kota di provinsi Putumayo telah menerima sepertiga dari hujan bulanan dalam satu malam, menyebabkan sungai-sungai meluap. Santos mendesak Kolombia untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap banjir dan hujan yang terus menerus.
(ian)