Dituding Gunakan Senjata Kimia, Ini Respon Suriah
Kamis, 06 April 2017 - 20:50 WIB
Dituding Gunakan Senjata Kimia, Ini Respon Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah akhirnya angkat bicara terkait dengan tudingan menggunakan senjata kimia saat melakukan serangan di Idlib. Damaskus menegaskan, mereka tidak pernah menggunakan senjata kimia.
Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem menyatakan, dalam melakukan serangan terhadap kelompok teroris, Damaskus tidak pernah menggunakan senjata kimia, terlebih terhadap warganya sendiri.
"Saya menekankan kepada Anda sekali lagi, tentara kami tidak pernah menggunakan senjata kimia dan tidak akan menggunakan senjata kimia. Tidak hanya terhadap warga sipil kami, tapi juga terhadap para teroris yang menyerang warga sipil kami melalui mortir mereka," kata Muallem, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (6/4).
Dia kemudian menyalahkan kelompok teroris atas serangan serangan senjata kimia yang terjadi di Suriah. Dia juga menyalahkan PBB dan Dewan Keamanan (DK) PBB karena tidak banyak bertindak atas hal ini. Muallem menyebut, Suriah sudah mengirimkan puluhan surat kepada PBB mengenai hal ini, dengan bukti-bukti penguat.
"Al-Nusra, ISIS dan organisasi lainnya terus menyimpan senjata kimia di daerah perkotaan dan perumahan. Dan, kami telah mengirim lebih dari seratus telegram kepada Dewan Keamanan dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia, dan mengatakan kepada mereka atau mengirim mereka informasi tentang senjata kimia yang dibawa ke Suriah dari Irak dan dari Turki," tukas Muallem.
Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem menyatakan, dalam melakukan serangan terhadap kelompok teroris, Damaskus tidak pernah menggunakan senjata kimia, terlebih terhadap warganya sendiri.
"Saya menekankan kepada Anda sekali lagi, tentara kami tidak pernah menggunakan senjata kimia dan tidak akan menggunakan senjata kimia. Tidak hanya terhadap warga sipil kami, tapi juga terhadap para teroris yang menyerang warga sipil kami melalui mortir mereka," kata Muallem, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (6/4).
Dia kemudian menyalahkan kelompok teroris atas serangan serangan senjata kimia yang terjadi di Suriah. Dia juga menyalahkan PBB dan Dewan Keamanan (DK) PBB karena tidak banyak bertindak atas hal ini. Muallem menyebut, Suriah sudah mengirimkan puluhan surat kepada PBB mengenai hal ini, dengan bukti-bukti penguat.
"Al-Nusra, ISIS dan organisasi lainnya terus menyimpan senjata kimia di daerah perkotaan dan perumahan. Dan, kami telah mengirim lebih dari seratus telegram kepada Dewan Keamanan dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia, dan mengatakan kepada mereka atau mengirim mereka informasi tentang senjata kimia yang dibawa ke Suriah dari Irak dan dari Turki," tukas Muallem.
(esn)