PBB Sebut Myanmar Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Rohingya

Jum'at, 10 Maret 2017 - 17:25 WIB
PBB Sebut Myanmar Lakukan...
PBB Sebut Myanmar Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Rohingya
A A A
YANGON - Militer dan polisi Myanmar disebut telah melakukan kejahatah kemanusiaan terhadap minoritas Muslim Rohingya. Hal itu dikatakan oleh Pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee.

Lee mengaku belum diberika akses ke daerah konflik di Myanmar. Namun, setelah berbicara dengan pengungsi di Bangladesh dia mengatakan kepada BBC bahwa situasinya "jauh lebih buruk" daripada yang dia diharapkan.

"Saya akan mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sudah jelas kejahatan terhadap kemanusiaan oleh militer Burma, Myanmar, penjaga perbatasan atau polisi atau pasukan keamanan," kata Lee seperti dikutip dari BBC, Jumat (10/3/2017)

Dia mengatakan masalah penyalahgunaan yang "sistemik" dalam pasukan keamanan Myanmar. Namun ia juga mengatakan bahwa pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi harus menanggung sebagian dari tanggung jawab tersebut.

"Pada akhirnya itu menjadi tanggung jawab pemerintah, pemerintah sipil, yang harus menjawab dan menanggapi kasus-kasus besar penyiksaan yang mengerikan dan kejahatan yang sangat tidak manusiawi yang telah mereka lakukan terhadap rakyat mereka sendiri," kata Lee.

Menanggapi tudingan itu, juru bicara partai politik Liga Nasional Demokrasi, Win Htein mengatakan laporan yang menyatakan ratusan Muslim Rohingya tewas terlalu berlebihan. Ia bahkan mengatakan PBB terkadang melakukan kesalahan.

Partai Liga Nasional Demokrasi adalah partai yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi dan kini tengah berkuasa di Myanmar.

"Sebagai pemerintah yang baru, kami hanya mencoba untuk mencapai ke negara modern. Kami memiliki ribuan masalah. Kami tidak percaya itu kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini adalah urusan internal, itu bukan urusan internasional," katanya.

Lebih dari 70.000 etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir. Mereka melarikan diri setelah serangan militan pada bulan Oktober memicu tindakan keras militer.

Pemerintah Myanmar sendiri telah membentuk badan investigasi sendiri atas dugaan pelanggaran tersebut. Tim investigasi ini dipimpin oleh mantan jenderal dan dikritik oleh Lee karena didominasi oleh orang-orang militer dan metodologi penyelidikannya.
(ian)
Berita Terkait
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Berita Terkini
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
59 menit yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
1 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
2 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
2 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
3 jam yang lalu
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
4 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved