Hitler Disebut Jajal Bom Nuklir sebelum Akhir Perang Dunia II

Jum'at, 24 Februari 2017 - 07:00 WIB
Hitler Disebut Jajal...
Hitler Disebut Jajal Bom Nuklir sebelum Akhir Perang Dunia II
A A A
BERLIN - Sebuah dokumen dari Kantor Arsip Nasional di Washington, Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa Nazi Jerman diduga sudah menguji coba bom nuklir tahun 1944 atau sebelum akhir Perang Dunia II. Jika dokumen itu terkonfirmasi, berarti diktator Nazi Adolf Hitler sudah memiliki bom nuklir sebelum negara-negara adidaya memilikinya.

File declassifed APO 696 dari Kantor Arsip Nasional di Washington merinci seberapa jauh para ilmuwan Third Reich mengembangkan bom nuklir yang saat itu didambakan Hitler. File itu diperoleh surat kabar Jerman, Bild.

File itu merupakan hasil penelitian para ilmuwan antara tahun 1944 hingga 1947 yang meneliti dugaan bahwa Hitler telah memiliki bom nuklir. ”Investigasi, penelitian, pengembangan dan penggunaan praktis dari bom atom Jerman,” bunyi laporan dari penelitian para ilmuwan tersebut yang dikutip surat kabar Jerman, semalam (23/2/2017).

Laporan itu disusun oleh perwira intelijen AS dan Inggris yang tak terhitung jumlahnya. Penyusunan laporan itu melibatkan kesaksian dari empat ahli Jerman, yakni dua fisikawan, seorang ahli kimia dan ahli rudal.

Hitler, menurut laporan itu, diduga telah menguji coba hulu ledak nuklir yang belum sempurna pada tahun 1944. Namun, lokasinya belum diketahui.

Ahli rudal Jerman Hans Zinsser dalam kesaksian di laporan tersebut mengaku mengamati awan jamur di langit di dekat kawasan Ludwigslust selama uji coba pada tahun 1944.

“Pada awal Oktober 1944, saya (menguji) terbang (rudal) sekitar 12-15km dari stasiun uji coba nuklir di dekat Ludwigslust (South Lubeck),” bunyi kesaksian Zinsser kepada para penyidik sekutu.

”Awan berbentuk seperti jamur dengan penuh gejolak, mengepul (sekitar 7.000meter) berdiri, tanpa koneksi tampak di atas tempat di mana ledakan itu terjadi,” lanjut kesaksian ahli rudal Jerman tersebut.

Uji coba tidak dilanjutkan karena ada gangguan listrik yang kuat pada saat itu.

Masih menurut laporan tersebut, seorang pilot dengan pesawatnya yang lepas landas dari Ludwigslust juga mengamati fenomena yang sama, satu jam setelah ledakan terjadi.

Laporan itu juga diperkuat dokumen milik koresponden Italia, Luigi Romersa, yang mengaku mengamati lokasi ledakan di area yang sama. Koresponden itu dikirim diktator Benito Mussolini untuk menonton tes dari ”senjata baru” Jerman. Dia diperintahkan untuk melaporkan tayangan ulang dari yang dia lihat kepada Mussolini.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Mengaku Belum...
Jerman Mengaku Belum Diberitahu AS Soal Rencana Penarikan Pasukan
Trump Menyetujui Rencana...
Trump Menyetujui Rencana Penarikan 9.500 Pasukan AS dari Jerman
Merkel: AS Tak Bisa...
Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
4 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
5 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
6 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved